Partai Politik

Suharso Monoarfa Tetap Jadi Ketum PPP Jika Tak Ada SK Kemenkumham Terbaru Hingga 28 September 2022

KPU mengacu pada SK Kemenkumham terbaru bagi parpol yang hendak mengubah kepengurusannya.

Editor: Yaspen Martinus
republika.co.id
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bisa mengubah struktur kepengurusan pasca-pemecatan Suharso Monoarfa selaku ketua umum, pada masa perbaikan verifikasi administrasi pada 15-28 September 2022. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bisa mengubah struktur kepengurusan pasca-pemecatan Suharso Monoarfa selaku ketua umum, pada masa perbaikan verifikasi administrasi pada 15-28 September 2022.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Holik mengatakan, pihaknya mengacu pada SK Kemenkumham terbaru bagi parpol yang hendak mengubah kepengurusannya.

Jika tak ada SK Kemenkumham terbaru hingga berakhirnya masa perbaikan, maka KPU akan meneruskan verifikasi administrasi atas dokumen yang didaftarkan PPP pada masa pendaftaran tanggal 10 Agustus lalu, dengan Suharso Monoarfa sebagai ketua umum.

"Selama belum terjadi perubahan atas dokumen yang kami terima, ya kami anggap apa yang menjadi masalah itu menjadi urusan internal partai politik."

"Kami pendekatannya legal formal dalam pelaksanaan verifikasi administrasi," kata Idham kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Namun bila SK Kemenkumham terbaru tersebut diserahkan kepada KPU saat masa perbaikan, maka KPU akan melakukan verifikasi administrasi ulang berdasarkan dokumen terbaru tersebut.

Baca juga: Sambil Menangis karena Emosi, Ferdy Sambo Sempat Tanya Bripka Ricky Rizal Soal Kejadian di Magelang

"Kami pada dasarnya melakukan verifikasi administrasi terhadap dokumen pendaftaran partai politik," ucapnya.

Jika konflik atau dualisme di tubuh parpol membuat kader atau anggota yang didaftarkan merasa keberatan namanya dicantumkan, maka mereka bisa mengadu kepada KPU.

"Jika yang bersangkutan tidak menginginkan menjadi anggota partai, bisa menyampaikan pengaduan," jelas Idham.

Baca juga: KRONOLOGI Insiden di Magelang Versi Bripka Ricky Rizal, Kuwat Maruf Bertengkar dengan Brigadir Yosua

Suharso Monoarfa diberhentikan dari posisi ketua umum lewat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP.

Hasil Mukernas memutuskan Muhammad Mardiono terpilih sebagai Plt Ketua Umum PPP menggantikan Suharso.

Mardiono pun telah menyerahkan dokumen struktur kepengurusan baru PPP pergantian ketua umum, kepada Kemenkumham pada 6 September 2022.

Baca juga: Eksekusi Brigadir Yosua Berlangsung Cepat, Penembakan Sudah Terjadi Saat Ricky Rizal Buka Sepatu

Di sisi lain, Suharso menolak hasil Mukernas dan menyatakan dirinya masih sebagai Ketua Umum PPP yang sah.

Kubu Suharso bakal menyurati Kemenkumham soal tidak sahnya pengajuan pergantian ketua umum yang dilakukan Mardiono. (Danang Triatmojo)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved