Breaking News:

Kenaikan Harga BBM

Massa Penolak Kenaikan Harga BBM Sweeping Mobil Dinas Wali Kota Cilegon, 6 Kader GPI Jadi Tersangka

Zulpan mengingatkan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat dengan cara demonstrasi agar mematuhi peraturan yang ada.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Miftahul Munir
Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Endra Zulpan. Zulpan mengumumkan tersangka buntut aksi sweeeping demonstrans terhadap mobil dinas Wali Kota Cilegon 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Enam pendemo ditetapkan sebagai tersangka saat menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Senin (5/9/2022) lalu.

Keenam orang yang merupakan kader Gerakan Pemuda Islam (GPI) itu jadi tersangka karena kedapatan melakukan sweeping kendaraan di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya dan naik ke atas kendaraan tersebut.

Kendaraan itu diketahui adalah mobil dinas Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian.

"Sampai saat ini, Polda Metro Jaya melalui Ditkrimum telah proses kejadian tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Kamis (8/9/2022).

"Karena unsur pidana dipenuhi sehingga ditetapkan sebagai tersangka," lanjutnya.

Baca juga: BEM SI Bergerak Mendekati Istana Desak Jokowi Turunkan Harga BBM, Polisi Pasang Kawat Berduri

Atas perbuatannya, keenamnya dikenakan Pasal 170 KUHP.

Lebih lanjut, Zulpan mengingatkan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat dengan cara demonstrasi agar mematuhi peraturan yang ada.

"Jadi, imbauan dari kami kepada masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum itu diatur dalam undang-undang kita. Namun, ada juga norma-norma yang harus kita patuhi. Di antaranya bagaimana kita menghargai orang lain yang berkendara," ujar Zulpan.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Massa BEM SI Lakukan Aksi Unjuk Rasa di Patung Kuda Terkait Kenaikan BBM

"Jangan sampai kendaraannya kita hentikan, kita rusak kita, sandera dan sebagainya. Tentunya itu suatu pelanggaran apakah itu dilaporkan oleh korban atau tidak. Tapi tindakan itu dilihat oleh kepolisian sehingga kepolisian mengambil langkah2 penegakan hukum," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi sweeping itu bermula saat mobil dinas milik pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melintas di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya menuju Jalan Medan Merdeka Selatan.

Kemudian, sekelompok peserta aksi memaksa kendaraan berpelat merah itu berhenti.

"Jadi mereka diamankan karena memang menyetop kendaraan yang akan melintas di kawasan Patung Kuda," tutur Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin.

Tak hanya memberhentikan mobil, kata Komarudin, enam orang itu juga menaiki bagian depan mobil dinas yang diduga milik Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved