Berita Tangerang

Polemik Perusakan Portal Berujung Laporan Polisi di Pakuhaji, Kasatpol PP Sebut Jalankan Tupoksi

Fahrul Rozi menyebut, pihak kecamatan Pakuhaji sedang menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) terkait penindakan bagi pelanggar peraturan daera

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Gilbert Sem Sandro
Polres Metro Tangerang Kota Tetapkan 9 Tersangka Pengerusakan Portal yang berada di Jalan Raya Pakuhaji, Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. (Istimewa) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG – Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang Fahrul Rozi menerangkan mengenai persoalan penyegelan dan pemasangan portal menuju akses tempat usaha padi-padi picnic yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Pakuhaji melalui Seksi Trantib.

Menurut Fahrul Rozi, pihak kecamatan Pakuhaji sedang menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) terkait penindakan bagi pelanggar peraturan daerah (Perda) dan atau peraturan kepala daerah (Perkada).

“Terkait penindakan portal dan penyegelan itu camat sedang melakukan tugas pokok fungsi nya, silahkan,” ungkap Fahrul Rozi melalui keterangannya kepada wartawan, Rabu (7/9/2022).

Dirinya mengaku mendapat surat pemberitahuan terkait pelaksaan penyegalan tempat usaha padi-padi picnic bertempat di Desa Keramat Kecamatan Pakuhaji karena belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Baca juga: Polrestro Tangerang Kota Tetapkan 9 Tersangka Kasus Perusakan Portal di Pakuhaji Tangerang

“Kita (Satpol PP) memang mendapat surat tembusan kegiatan penindakan penyegelan Padi-Padi Picnic dari Trantib Kecamatan Pakuhaji. Proses penindakan itu kewenangan camat, sementara dari Satpol PP belum masuk kesana, kita masih monitoring,” ujar Fahrul Rozi.

Terpisah, Camat Pakuhaji Asmawi mengatakan penindakan tegas bagi pelanggar perda oleh pihaknya sesuai amanat Pasal 11 Peraturan Bupati Tangerang Nomor 113 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang.

“Kami hanya menjalankan tupoksi yang diberikan kewenangan melalui aturan diantaranya penegakan perda di lingkup wilayah kecamatan,” kata Asmawi kepada wartawan.

Baca juga: Portal Masuk Area Restoran Padi Padi Dirusak, Satpol PP Pakuhaji Lapor Polisi

Menyinggung penindakan penyegelan dan pemasangan portal menuju akses jalan tempat usaha padi-padi picnic, Asmawi utarakan bagian menjalankan perintah sesuai aturan yang berlaku. Dimana pelaku usaha tersebut tidak dapat menunjukan dokumen perizinan berupa IMB.

“Jadi tuduhan-tuduhan ada intervensi pihak lain yang disampaikan pihak Padi-Padi kepada media massa tidak benar. Kami tegaskan sedang menjalankan tupoksi berdasarkan aturan. Selain penyegalan karena tidak ber-IMB, alasan kami melakukan pemasangan portal disepadan jalan raya menuju akses tempat usaha pun tujuannya pada saat itu pencegahan penyebaaran Covid-19,” ujar Asmawi.

Camat Asmawi menyesalkan pernyataan pengelola Padi-Padi berinsial BTK di Podcast Kanal Anak Bangsa media sosial Youtube yang terkesan menyesatkan publik. Dirinya membantah pernah bertemu dengan BTK.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved