Berita Tangerang

Portal Masuk Area Restoran Padi Padi Dirusak, Satpol PP Pakuhaji Lapor Polisi

"Pembuatan portal itu kan pakai anggaran APBD. Dana APBD, plang penyetopan sementara, harus dipertanggungjawabkan. Kalau hilang dan dirusak bagaimana?

Editor: Ahmad Sabran
HO
Portal Restoran Padi padi di Pakuhaji Tangerang 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG –  Restoran Padi padi di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mendadak viral karena suasana kedai kopi asri di tengah hamparan sawah hijau.

Namun, kini kawasan tersebut tengah bermasalah administrasi dan berujung pidana dengan ditetapkannya pemilik lahan, karyawan restoran hingga petani, sebagai tersangka oleh kepolisian setempat.

Berawal dari portal dan papan peringatan yang dipasang oleh Kantor Kecamatan Pakuhaji dirusak, bahkan raib dari tempatnya.

Portal tersebut berada di Jalan Raya Pakuhaji, Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang atau persisnya di pinggir jalan menuju pintu masuk kawasan restoran Padi Padi.

Atas kejadian itu pihak aparatur pemerintah tingkat kecamatan, melalui petugas Satpol PP atau Trantib Pakuhaji melapor ke Polres Metro Tangerang Kota dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/500/III/2022/SPKT/Restro Tangerang Kota, tanggal 29 Maret 2022.

Camat Pakuhaji, Asmawi saat dikonfirmasi membenarkan adanya pelaporan terkait dugaan tindak pidana perusakan. Jadi pelaporan ke polisi bukan karena Padi Padi tak memiliki izin.

Menurutnya, portal yang dirusak sengaja dipasang dalam rangka menegakkan peraturan daerah (Perda). Pemasangan dilakukan di jalan menuju lokasi Padi Padi, karena pihak Padi Padi belum mengantongi izin, salah satunya Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Ya benar, ada pelaporan (dugaan) perusakan portal yang kita pasang, kaitannya dengan pemberhentian sementara operasi kegiatan Padi Padi (karena) tidak ada izin," ujarnya, Rabu (1/9/2022).

Baca juga: Elektabilitas Puan Maharani dan Ganjar Pranowo Jomplang, Sekjen PDIP: Sangat Dinamis, Bisa Berubah

Asmawi menambahkan, sebelum memasang portal, SatPol PP Kecamatan Pakuhaji telah menyampaikan teguran, baik secara lisan maupun tertulis kepada pihak Padi Padi agar melengkapi izinnya.

"Sudah melalui beberapa proses, ada pemanggilan pertama, kedua, ketiga, tidak ujug-ujug (pasang portal dan papan peringatan). Iya, sudah banyak, baik lisan maupun tulisan, kita datangkan Pol PP kita, menanyakanlah, surat perizinannya apa yang dimiliki," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved