Berita Tangerang

Ketua DPRD Dukung Langkah Pemkab Tangerang Lapor Polisi soal Perusakan Portal

Asmawi mengaku telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus dugaan perusakan tersebut.

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Portal yang diduga dirusak oleh pengelola tempat wisata di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Polres Metro Tangerang Kota telah menetapkan enam tersangka antara lain, berinisial AGS, BTK, AWS (pengelola padi-padi) BRH, HH dan SS (pegawai padi-padi) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Trantib Kecamatan Pakuhaji membuat laporan ke polisi terkait perusakan portal aset sumber dari APBD diduga dilakukan oleh pengelola sebuah tempat wisata.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Komisi I Jayusman mendukung langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam hal ini diwakili Kecamatan Pakuhaji.

Menurut Jayusman , langkah tersebut bentuk sikap ketegasan pemerintah daerah yang sudah diacuhkan oleh pengelola wisata Padi-Padi saat mejalankan tugasnya.

"Itu hak pihak Kecamatan Pakuhaji, untuk melapor ke polisi atas perusakan portal sebagai bentuk penyegalan tempat usaha yang tidak memiliki izin," ujar Jayusman dalam keterangannya, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: Banjir Menenggelamkan Kawasan Pakuhaji Tangerang, 350 Kepala Keluarga Jadi Korban

Baca juga: Kasus Tewasnya Santri Ponpes Daarul El Qolam Telah Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Tangerang

Jayusman berpendapat bahwa kewenangan Kecamatan Pakuhaji kepanjangan tangan dari pemerintah daerah diperbolehkan melakukan penyegelan jika sebelumnya sudah dilakukan koordinasi dengan instansi terkait.

"Kemudian kalau langkah persuasif seperti surat pemanggilan dan lain sebaginya sudah dijalankan. Tapi pengelola nya tidak koperatif hingga diketahui tidak memiliki izin, sesuai peraturan ditindak penyegelan atau bahkan dibongkar," kata Jayusman.

Selain itu, Jayusman menyayangkan opini sesat yang muncul menyebut persoalan itu berkaitan dengan mafia tanah yang dilontarkan pihak pengelola tempat wisata itu.

"Saya bingung, itu kasus perusakan yang diduga dilakukan pihak pengelola Padi-Padi. Gak bener kait-kaitkan beking mafia tanah. Fokus aja hadapi kasus perusakannya," pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail berpendapat langkah menempuh jalur hukum dari pemerintah daerah mewakili pihak Kecamatan Pakuhaji menunjukan sikap tegas.

Baca juga: Camat Pakuhaji Sebut Tenaga Kesahatan Jadi Pahlawan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

"Jangan ada kesewenang-wenenangan bagi pelaku usaha seperti yang terjadi dugaan perusakan portal di sana (padi-padi). Langkah pemda dalam hal ini diwakili Trantib Kecamatan Pakuhaji nempuh jalur hukum adalah sikap yang tegas," kata Kholid 

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved