Anies Diperiksa KPK

Ikut Demo Anies Baswedan di KPK, Yusuf Panik saat Ditanya: Saya Enggak Tahu, Cuma Diajak Temen

Para demonstran meminta Ketua KPK Fikri Bahuri segera memproses dugaan korupsi ajang Formula E yang digelar pada Juni lalu. 

Penulis: Indri Fahra Febrina | Editor: Feryanto Hadi
WartaKota/Indri Fahra Febrina
Sejumlah pemuda gelar demontsrasi kepada Anies Baswedan di KPK. Saat ditanya, mereka tak tahu tujuan berdemo. Mereka mengaku hanya diajak saja 

"Saya lagi santai dan libur kerja juga. Lagi ngopi di rumah. Terus teman saya ngajak demo katanya seru-seru, ya sudah saya ke sini," tutur Yusuf.

Bahkan, Yusuf tidak mengetahui koordinator demo tersebut. 

Ia juga tak saling mengenal dengan para pendemo lainnya.

Relawan Anies minta KPK transparan

Pendukung Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) turut menanggapi pemeriksaan Anies Baswedan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal Formula E

Koordinator Presidium DPP ANIES, Laode Basir meminta lembaga anti rasuah itu dapat bersikap objektif saat memeriksa Anies.

Terlebih, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah melakukan audit penyelenggaraan Formula E yang digelar Juni lalu. Bahkan, hasil audit dari BPK menyatakan Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP.

"Antara BPK dan KPK adalah sama-sama lembaga negara. KPK harus bekerja secara objektif dan transparan agar tidak dinilai tendensius oleh masyarakat luas, karena ada audit BPK yang menyatakan clear," ujar La Ode saat dihubungi pada Rabu (7/9/2022). 

Baca juga: Anies Baswedan Diperiksa KPK, Bambang Widjojanto Duga Ada Politisasi Formula E untuk Jatuhkan Anies

Relawan ANIES mengungkapkan, Anies memiliki integritas tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan rekam jejak Anies saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta yang tak bermasalah. 

"Kami yakin Anies orang yang berintegritas, di buktikan dari rekam jejaknya, termasuk dalam penyelesaian masalah di KPK. Mas Anies sebagai anggota tim adhock. Atas integritasnya itu, kami yakin Mas Anies tidam ada masalah dengan Formula E," imbuhnya. 

Lebih lanjut, La Ode justru mempertanyakan sikap KPK dalam menangani dugaan kasus korupsi lainnya. 

La Ode pun menyebut contoh ketidakberdayaan KPK dalam menangani mafia minyak goreng, kerugian Pertamina, hingga korupsi Harun Masiku. 

Baca juga: Datang ke KPK Penuhi Panggilan Jadi Upaya Anies Baswedan Menepis Prasangka Negatif

"Kalau KPK bisa memanggil Anies untuk hal yang dinyatakan clear oleh BPK, maka semestinya KPK harus bisa mengungkap hal-hal di atas secara objektif dan transparan," tukasnya. 

Diwartakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dijadwalkan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (7/9/2022). 

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved