Breaking News:

Aksi OPM

Meski Sudah Tahu Identitas KKB yang Diduga Bunuh 11 Orang di Papua, TNI Tak Bisa Asal Serbu

Andika mengatakan, pihaknya juga telah menggunakan semua cara untuk mengumpulkan data intelijen terkait peristiwa tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
Youtube Jenderal Andika Perkasa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sudah mengetahui kelompok yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan warga di Kenyam dan Pegunungan Bintang Papua, sepekan terakhir. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sudah mengetahui kelompok yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan warga di Kenyam dan Pegunungan Bintang Papua, sepekan terakhir.

Andika memerintahkan seluruh jajaran TNI di Kenyam dan Nduga Papua untuk segera mengumpulkan data intelijen, sejak kejadian di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua pada Sabtu (16/7/2022) lalu.

Andika mengatakan, pihaknya juga telah menggunakan semua cara untuk mengumpulkan data intelijen terkait peristiwa tersebut, baik yang bersifat teknologi maupun yang non-teknologi.

TNI juga telah bekerja sama dengan Satgas Damai Cartenz Polri di lapangan.

Hal tersebut ia sampaikan usai memberikan pembekalan kepada 102 Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut angkatan ke-69 tingkat III di KRI Bima Suci yang sandar di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (22/7/2022).

"Sejauh ini kita hanya bisa mengumpulkan tentang kelompok yang bertanggung jawab."

Baca juga: Autopsi Ulang Jenazah Brigadir Yosua Digelar di Jambi, Tujuh Dokter Forensik Eksternal Dilibatkan

"Kalau yang di Kenyam adalah kelompoknya AT inisialnya."

"Kalau yang di Pegunungan Bintang yang terakhir, kemarin Hari Selasa itu kelompoknya MK," ungkap Andika.

Terkait operasi TNI di Papua, kata dia, pihaknya mengatakan tidak bisa asal menangkap atau menyerbu kelompok tersebut.

Baca juga: PERAN 11 Tersangka Teroris Jamaah Islamiyah yang Diciduk di Aceh, Banyak yang Ikut Latihan Menembak

Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan tugas sesuai prosedur, dan bisa dipertanggung jawabkan.

"Jadi terus terang bukan hanya kita mau atau tidak, kemudian menyerbu."

"Tetapi yang lebih penting kita tidak boleh salah, tidak boleh salah tangkap, apalagi salah dalam melumpuhkan. Kita harus akurat. Akuntabel," tegasnya.

Baca juga: Dua Teroris JAD yang Dibekuk di Aceh Fasilitator Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Sebanyak 11 korban tewas dan dua korban luka-luka, akibat aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (16/7/2022) pekan lalu.

Seorang pendulang emas juga dibunuh oleh KKB di Yahukimo, Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (19/7/2022). (Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved