Aksi Terorisme

Dua Teroris JAD yang Dibekuk di Aceh Fasilitator Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Fakta itu diungkapkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.

Editor: Yaspen Martinus
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Bom meledak di Kantor Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019) pagi. Dua teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang dibekuk di Aceh, ternyata berperan sebagai fasilitator pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada 2019 silam. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dua teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang dibekuk di Aceh ternyata berperan sebagai fasilitator pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada 2019 silam.

Fakta itu diungkapkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.

Kedua teroris JAD yang ditangkap di Aceh berinisial RI dan MA.

"RI tersangka berperan sebagai fasilitator terhadap para anggota JAD Medan yang melakukan tindak pidana bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada tahun 2019," kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Sabtu (23/7/2022).

Ia menuturkan, tersangka JAD selanjutnya berinisial MA. Menurutnya, peran MA tidak jauh beda dari RI yang menjadi fasilitator pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

Namun begitu, lanjut Ramadhan, MA juga diduga pernah melakukan pelatihan atau idad dalam persiapan melakukan tindak pidana terorisme.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 22 Juli 2022: Dosis I: 202.144.603, II: 169.759.138, III: 54.148.579

"MA tersangka selaku anggota kelompok JAD, berperan menampung dan memfasilitasi kelompok pelaku Rabbial Muslim Nasution (meninggal), yang merupakan pelaku bom Polresta Medan 2019."

"Tersangka MA juga pernah mengikuti idad sebgai persiapan melakukan tindak pidana terorisme," paparnya.

Sebelumnya, Densus 88 membekuk 13 tersangka yang diduga terkait tindak pidana terorisme, di Aceh, Jumat (22/7/2022).

Baca juga: Sekjen PDIP: Puan Maharani Prestasinya Jelas, Jadi Menko PMK Lima Tahun, Tidak Cuma Satu Tahun

"Densus 88 AT Polri melakukan penegakan hukum sebagai upaya pencegahan tindak pidana terorisme terhadap 13 tersangka," ucap Ramadhan, Jumat (22/7/2022).

Mereka diduga merupakan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Rinciannya, kelompok JI yang diamankan total 11 orang.

Rinciannya, ES, RU, DN, JU, SY, MF, RS, FE, SU, AKH, dan MH. Mereka memiliki peran berbeda di kelompoknya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 22 Juli 2022: 13 Pasien Meninggal, 3.363 Orang Sembuh, 4.834 Positif

Sedangkan anggota kelompok JAD yang diamankan ada dua orang, yakni RI dan MA.

"Terhadap dua kelompok terorisme, JI 11 orang dan JAD dua orang," cetus Ramadhan. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved