Minggu, 12 April 2026

Hewan Kurban

Pedagang Hewan Kurban Kembali Bersedih Hadapi Iduladha, Setelah Pandemi kini Diterpa PMK

Pedagang hewan kurban kembali menghadapi kenyataan pahit, yakni wabah PMK sehingga sulit berjualan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rangga Baskoro
Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi sedang menyuntik vaksin pada hewan kurban milik pedagang untuk mencegah wabah PMK jelang Iduladha. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Penjual hewan kurban di tahun 2022 ini kembali mengalami nasib naas.

Mereka tak bisa berjualan dengan leluasa, karena diadang oleh wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sebelumnya, pedagang hewan kurban diterpada oleh pandemic virus corona.

Baca juga: Benda Diduga Bom Ditemukan di Lapas Kelas II A Tangerang

Seorang penjual hewan kurban bernama Umam (57) mengatakan saat pandemi Covid-19, terdapat sejumlah pembatasan yang dilakukan pemerintah sehingga ia pun merugi.

"Tahun 2020 awal kan lagi parah-parahnya Covid-19. Penjualan sapi sama kambing menurun drastis, dari 200 ekor, cuma laku 50 ekor saja," kata Umam saat ditemui tempat penjualan hewan kurban miliknya di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/6/2022).

Di tahun 2021, Umam sedikit merasakan angin segar ketika pemerintah mulai memperbolehkan mereka kembali menjual hewan kurban.

Meski pun saat itu Covid-19 varian Delta bermunculan, namun para pedagang masih bisa berjualan hewan kurban.

"Kalau 2021, sama saja, enggak jauh beda penjualannya," tuturnya.

Setelah Covid-19 melandai di tahun ini, mereka kembali harus menghadapi wabah PMK yang menyerang hewan-hewan ternak.

Namun, Umam masih optimistis bahwa penjualan di tahun 2022 ini, akan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Lukman Sardi Deg-degan Pertama Kali Tampil Dalam Pentas Serial Monolog

"Ya mau bagaimana lagi, yang penting sih kalau sekarang sapi-sapi kami kasih vitamin, divaksin juga, kandangnya sering dibersihkan. Ya Insya Allah naik lagi jualannya," kata Umam.

Selain Umam, Yusman mengalami hal serupa.

Mereka pun kini enggan dititipkan pesanan hewan kurban dikarenakan tak ingin berisiko merawat sapi yang telah dibeli oleh pemesanan.

"Memang biasanya kan bayar lunas atau DP, kemudian dua atau tiga haru baru diambil hewannya. Tapi sekarang saya enggak berani menerima pesanan titip rawat," ucap Yusman.

Baca juga: Nazar Ayu Anjani Setelah Ditinggal Ibu dan Adiknya yang Tewas di Labuan Bajo

Pasalnya, ketika pembeli hendak melakukan pemesanan, ia masih bisa memastikan kondisi kesehatan hewan kurban yang akan dijualnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved