Sabtu, 25 April 2026

Kabar Artis

Lukman Sardi Deg-degan Pertama Kali Tampil Dalam Pentas Serial Monolog

Lukman Sardi mengaku baru pertama kali tampil di serial monolog, dengan durasi bermain selama satu jam.

Penulis: Alfian Firmansyah |
Tribunnews/Dany Permana
Aktor Lukman Sardi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Titimangsa dan KawanKawan Media bekerjasama dengan Direktorat Perfilman menggelar pertunjukan serial monolog Di Tepi Sejarah Ismail Marzuki dengan tema Senandung di Ujung Revolusi di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2022). 

Dalam gelaran itu, tokoh Ismail Marzuki diperankan oleh aktor Lukman Sardi.

Lukman Sardi mengaku baru pertama kali tampil di serial monolog, dengan durasi bermain selama satu jam.

Baca juga: Titimangsa dan KawanKawan Media Pentaskan Serial Monolog Di Tepi Sejarah Ismail Marzuki

"Wah saya sangat berterima kasih sudah dipilih menjadi peran pahlawan kita Ismail Marzuki, deg-degan sekali, butuh proses yang panjang untuk bisa tampil saat ini," kata Lukman Sardi selepas pertunjukan.

Lukman juga mengaku sangat tertantang dengan peran pahlawan yang dimainkannya.

Sebab, saat tampil wajib bisa menggunakan alat musik biola.

Aktor Lukman Sardi (kedua dari kiri) selepas tampil dalam pertunjukan serial monolog Di Tepi Sejarah Ismail Marzuki dengan tema Senandung di Ujung Revolusi di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2022). 
Aktor Lukman Sardi (kedua dari kiri) selepas tampil dalam pertunjukan serial monolog Di Tepi Sejarah Ismail Marzuki dengan tema Senandung di Ujung Revolusi di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2022).  (Warta Kota/Alfian Firmansyah)

“Sudah lama sekali tidak bermain biola, dan proses belajar juga ada pelatih yang melatih saya kembali untuk main biola supaya mahir kembali," kata putra mendiang musikus dan komponis legendaris Idris Sardi itu. 

Lukman juga mengatakan, Selain itu, bermain di film layar lebar dan teater itu mempunyai kesusahan dengan porsi masing-masing.

“Jangan dibandingkan teater dengan film, walaupun saya juga bermain di film, namun dua seni akting itu mempunyai kesusahan yang berbeda, jadi tetap harus terus belajar," kata Lukman. (m32)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved