Hewan Kurban
Pedagang Hewan Kurban Kembali Bersedih Hadapi Iduladha, Setelah Pandemi kini Diterpa PMK
Pedagang hewan kurban kembali menghadapi kenyataan pahit, yakni wabah PMK sehingga sulit berjualan.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Namun sejak PMK mewabah, hewan kurban yang sehat sangat rentan tertular oleh sapi lainnya yang telah terjangkit virus.
"Namanya kondisi kesehatan hewan kan kami enggak tahu secara pasti. Bisa saja sekarang kami lihat dia sehat, beberapa hari kemudian malah kena PMK," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Yusman kini langsung mengantarkan hewan kurban yang telah dibeli secara lunas, maksimal setelah tiga atau empat hari.
"Jadi sekarang proses pengiriman kami percepat, tiga sampai empat hari hewan yang dipesan sudah harus diantar. Karena berisiko buat kami para penjual hewan kurban," kata Yusman.
Dikarenakan sistem yang ia terapkan, Yusman mengaku kini omzet penjualannya menurun hingga 70 persen.
Namun demikian, ia menjelaskan hewan yang tak laku masih bisa dirawat kembali untuk dijual di tahun mendatang.
"Rugi sih memang, tapi enggak apa-apa, daripada nanti kalau hewannya sudah dibayar, tapi pas dianter jelang Idul Kurban malah sakit, kan pembeli juga yang dirugikan," ujarnya.
Pemkab Bekasi mulai memberikan vaksinasi kepada hewan ternak sapi jelang Hari Raya Iduladha 2022. Pemberian suntikan antibodi tersebut dimaksudkan agar sapi yang dijual ke masyarakat terbebas dari bahaya PMK.
Kepala Bidang kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dwiyan Wahyudiharto menjelaskan hingga Selasa (28/6/2022) kemarin, sebanyak 570 ekor Hewan Ternak telah menerima vaksin PMK.
"Sasarannya sapi yang masa hidupnya lebih panjang, jadi kalau sapi untuk kurban tidak perlu divaksin, karena mau dipotong, seperti sapi perah, sapi potong betina dan anak sapi," kata Dwiyan saat dikonfirmasi, Rabu (29/6/2022).
Pelaksanaan vaksinasi PMK dilakukan secara door to door atau mendatangi langsung wilayah yang menjadi kantung ternak sapi, seperti di Cikarang Pusat, Cibarusah, Serangbaru, Tambun Selatan, Bojongmangu dan Tambun Selatan
"Kita datangi langsung kandang sapi di wilayah yang menjadi kantung-kantung ternak sapi, ada lima tim yang turun langsung ke lapangan," katanya.
Dia mengatakan, pada pelaksanaan vaksinasi PMK ini, pihaknya mendapat jatah 700 dosis vaksin dari pusat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.
Sementara untuk memenuhi target, Kabupaten Bekasi membutuhkan 1.700 dosis vaksin PMK.
"Sekarang tersisa 130 dosis vaksin, satu sampai dua hari ke depan Insya Allah selesai, karena kita hanya didrop 700 dosis vaksin, target kita 1.700 dosis untuk vaksinasi sapi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/umam-pedagang.jpg)