Litbang Sin Po: Pilpres 2024 Maksimal Hasilkan 4 Pasang Capres, Salah Satunya dari Gerindra

Prabowo Subianto dalam kancah politik nasional, rasanya tidak cukup rumit untuk mencari 1 teman koalisi diantara 8 parpol berkursi di DPR RI.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Kepala Peneliti Litbang Sin Po, Syahrial Mayus, S.IP, M.Sc. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Meski pagelaran pemilu legislatif 2024 masih menyisakan waktu 20 bulan lagi, namun para elit partai politik (parpol) saat ini sudah mulai pasang kuda-kuda.

Safari politik antar ketua umum partai polilitik dan elitnya telah marak dilakukan.

Hasil safari politik para elit parpol itu telah menghasilkan beberapa koalisi dini yang nantinya sangat mungkin berubah.

Kepala Peneliti Litbang Sin Po, Syahrial Mayus, S.IP, M.Sc mengatakan bahwa saat ini sudah ada koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digawangi Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ada Koalisi Semut Merah yang digagas oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ada juga koalisi “Kebangkitan Indonesia Raya” yang digagas oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, saat berkunjung ke kediaman Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). 

Baca juga: Digelar 20 Mei 2023, Piala Dunia U-20 2023 Menjadi Momentum untuk Kebangkitan Sepak Bola Indonesia

Baca juga: Di Maroko, Negara-Negara Anggota UNESCO Sambut Baik Progam Kartu Prakerja Selama Pandemi

Pertanyaannya, bagaimana sejatinya peta parpol-parpol ini dalam rangka bisa mendapatkan tiket untuk mengusung capres? Bagaimana implikasinya terhadap elektoral parpol-parpol tersebut?

“Untuk menjawab pertanyaan peta parpol-parpol untuk bisa mendapatkan tiket mengusung capres, maka harus dilihat terlebih dahulu komposisi perolehan kursi parpol-parpol di DPR RI,” ungkap Syahrial Mayus dalam pernyataan resminya, Jumat (24/6/2022).

Selanjutnya, kata dia, dipermutasikan atau dikombinasikan dengan mengacu aturan presidential threshold 20 persen.

Dia menyebut, saat ini ada 9 parpol berkursi di DPR RI dengan komposisi antara lain; Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki 22,3 persen kursi.

Disusul Partai Golkar sebanyak 14,8 persen, Partai Gerindra sebanyak 13,6 persen, Partai NasDem sebanyak 10,3 persen, PKB sebanyak 10,1 persen, Partai Demokrat sebanyak 9.4 persen, PKS sebanyak 8,7 persen, PAN sebanyak 7,7 persen dan PPP sebanyak 3,3 persen.

Mengacu pada komposisi 9 parpol berkursi di DPR RI seperti di atas, kata Syahrial Mayus, maka jika secara proporsional dipermutasikan atau dikombinasikan atau dalam bahasa politik biasa disebut sebagai koalisi untuk menghasilkan komposisi 20 persen kursi, maka jumlah koalisi yang bisa dibentuk maksimal hanya sebanyak 4 koalisi.

Baca juga: VIDEO : VIRAL Wendy Red Velvet Suka Jus Buatan Indonesia

Baca juga: Cerita Lengkap Rima Melati Istri Frans Tumbuan, dari Bung Karno hingga Perintis Hiburan di Jakarta

“Itu artinya, komposisi koalisi 9 parpol berkursi di DPR RI saat ini hanya bisa menghasilkan maksimal 4 calon presiden,” tandasnya.

Paling Berpeluang Usung Kader Sendiri

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved