Proyek Saringan Sampah

Belasan Warga Jagakarsa Terdampak Proyek Saringan Sampah Terima Informasi Harga Pembebasan Lahan

Warga RT 05 RW 03, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, datang ke kantor BPN Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2022).

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Belasan warga RT 05 RW 03, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan yang terdampak proyek saringan sampah di Sungai Ciliwung telah menerima informasi harga ganti rugi lahan dan bangunan di Kantor BPN Jakarta Selatan, Kecamatan Jagakarsa pada Kamis (9/6/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAGAKARSA - Belasan warga RT 05 RW 03, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, datang ke kantor BPN Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2022).

Mereka merupakan warga yang terdampak proyek saringan sampah di Sungai Ciliwung.

Mereka datang ke kantor BPN untuk mendapatkan informasi harga ganti rugi lahan dan bangunan.

Salah seorang petugas dari Dinas SDA DKI Jakarta Asep Supriyatna mengatakan, tercatat ada 33 bidang lahan yang terkena dampak proyek pembuatan saringan sampah di Sungai Ciliwung segmen Tanjung Barat.

Baca juga: Terdampak Proyek Tol, Warga Limo Pemilik Tanah Tolak Pengukuran Ulang oleh Petugas BPN

Baca juga: Bima Arya Nyerah Sendirian Tangani Pencemaran Sungai Ciliwung yang Mengandung Zat Berbahaya

Baca juga: 42 Vila dan Hotel di Bantaran Sungai Ciliwung di Puncak Dibongkar

Untuk nilai pembebasan lahan yang disampaikan bersifat rahasia dan hanya diketahui oleh pemilik lahan.

"Kami hanya baru menyampaikan nilai (appraisal) dari tim KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik), sementara warga masih mau musyawarah dulu dengan keluarganya masing-masing,” kata Asep di Kantor BPN Jaksel.

Menurut Asep, sejauh ini belum ada warga yang meneken tanda tangan sebagai bentuk persetujuan terhadap harga ganti rugi yang ditawarkan pemerintah daerah.

Surat berisi nilai ganti rugi itu juga telah dibawa pulang oleh pemilik lahan maupun ahli waris untuk didiskusikan bersama keluarga di rumah.

BERITA VIDEO: Sambut HUT ke-495 Jakarta, PPSU Percantik Tembok Terowongan Manggarai dengan Mural

"Nilai (ganti rugi) hanya mereka yang tahu. Saya belum tahu sampai saat ini. Kami ibaratnya itu dari KJPP langsung ke warga,” ujar Asep.

Menurut Asep, lahan yang dibebaskan ini juga bagian dari upaya pemerintah untuk menormalisasi sungai.

Namun untuk segmen Tanjung Barat, lahan warga di sekitar sungai akan digunakan untuk membangun saringan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

“Jadi, yang kena dampak saringan sampah ada di Tanjung Barat dan Gedong,” ucap Asep.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 03 Kelurahan Tanjung Barat, Asep Kartiwan mengatakan bahwa ada 19 kepala keluarga (KK) yang mengikuti acara penyampaian biaya ganti rugi di Kantor BPN Jaksel.

Menurut Asep Kartiwan, nilai ganti rugi lahan dan bangunan antarwarga berbeda-beda, hal itu sebagaimana taksiran dari KJPP.

“Kalau melihat persentase sama puas nggaknya dari bidang yang sudah sekarang dibebaskan itu kebanyakan mereka pada setuju pak. Adapun mereka yang kurang setuju itu mungkin ada hal-hal lain masih mengganjal,” kata Asep Kartiwan.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved