Breaking News:

Sungai Ciliwung

Bima Arya Nyerah Sendirian Tangani Pencemaran Sungai Ciliwung yang Mengandung Zat Berbahaya

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto prihatin melihat pencemaran Sungai Ciliwung yang mengandung zat berbahaya, namun dia tak bisa sendiri.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Valentino Verry
warta kota/cahya nugraha
Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga kebersihan Sungai Ciliwung agar terhindar dari kandungan zat berbahaya, sebab sungai itu dimanfaatkan oleh manusia. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) sebut kandungan mikro plastik jenis fiber di aliran Sungai Ciliwung, Kedung Badak, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah Jakarta.

Kandungan mikro plastik ini berhasil didapatkan oleh ECOTON usai melakukan penelitian dengan mengambil dua sampel air di aliran Sungai Ciliwung daerah Sempur dan daerah Cibuluh, Kota Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Yani Wahyu Tebar Makanan Bergizi Tiap Minggu setelah Pandemi Virus Corona Melandai

Berdasarkan data, khusus daerah Cibuluh, ECOTON, mengatakan di kawasan Kedung Badak didapati hasil fiber 215, fragmen 12, flamen 41, grabul 0, foam 0 dengan total nilai keseluruhan 268.

Sementara itu kandungan mikro plastik tertinggi di wilayah DKI Jakarta berada di kawasan manggarai dengan jumlah 155 fiber.

Artinya, jumlah mikro plastik disana lebih tinggi daripada wilayah Manggarai.

Kandungan mikro plastik itu berdasarkan hasil penelitian berasal dari limbah industrial dan limbah rumah tangga.

Baca juga: Bikin Ngeri, Lima Ekor Sapi di Kabupaten Tangerang Ditemukan Mengidap Penyakit Mulut dan Kuku

Dalam hasil, jika dibiarkan maka mikro plastik ini dapat berpengaruh kepada pengelolaan air minum yang dimana Kota Bogor terdapat perusahaan air minum.

Menanggapi hasil penelitian itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menerangkan, kekeruhan dan kandungan mikro plastik yang ada di Sungai Ciliwung ini memang merupakan permasalahan yang harus diselesaikan bersama.

"Karena dari hulu ke hilir. Nggak cukup Pemkot aja. Itu kan KM 0 lewat Cisarua, Megamendung, Gadog, mengalir terus sampai Jakarta. Ini harus ditangani bersama," kata Bima Arya.

Seorang anak mencari sampah berupa besi di Kanal Banjir Barat (KBB) Sungai Ciliwung.
Seorang anak mencari sampah berupa besi di Kanal Banjir Barat (KBB) Sungai Ciliwung. (Kompas.com/Garry Andrew Lotulung)

Penyelesaian bersama itu, sambung Bima Arya, didasarkan kepada permasalahan yang ada.

Sebab, permasalahan Sungai Ciliwung ini, diakui Bima Arya, bukan permasalahan yang baru.

"Ini bukan hal yang baru. Penananganan ini harus bersama sama. Kalau dihulu dan hilirnya tidak komitmen maka tidak ada artinya juga. otoritas lebih tinggi harus punya komitmen," ucap Bima Arya.

Sementara itu, terkait penanganan Pemkot Bogor, Bima Arya menegaskan, pihaknya sudah melakukan penanganan terbaik terhadap penanganan Sungai Ciliwung.

Baca juga: Ahmad Sahroni Berkoar, Beli Tiket Senilai Rp 1,2 Miliar untuk Timnya demi Kesuksesan Formula E

Mulai dari pengurangan sampah plastik, minimalisir penggunaan kantong plastik, dan berbagai upaya lainnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved