Kasus Suap

Kasus Suap Bupati Ade Yasin, KPK Panggil Kontraktor Rekanan Pemkab Bogor

Selain itu, KPK juga memanggil dua saksi lainnya yang berasal dari kalangan wiraswasta dan pensiunan.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Budi Sam Law Malau
Istimewa
Bupati Bogor non aktif Ade Yasin. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aliran dana dalam dugaan kasus suap yang melibatkan Bupati Bogor Ade Yasin, yang kini non aktif setelah ditetapkan tersangka.

Pada Senin (30/5/2022), KPK memeriksa beberapa bos kontraktor yang selama ini menjadi rekanan Pemkab Bogor.

Selain itu, KPK juga memanggil dua saksi lainnya yang berasal dari kalangan wiraswasta dan pensiunan.

Para saksi yang diperiksa antara lain Hartanto Hoetomo, wiraswasta/kuasa KSO PT. Hutomo Mandala; Nelse S, Direktur PT Nenci Citra Pratama; dan M. Hendri, Direktur CV Arafah.

Selain itu, ada  Yusuf Sofian, Direktur CV. Perdana Raya; Maratu Liana, Direktur CV Oryano;  Bastian Sianturi, Dirut PT Lambok Ulina dan Makmur Hutapea, karyawan PT Lambok Ulina.

Selanjutnya ada Susilo, Direktur PT Rama Perkasa; Yosep Oscar Jawa Battu, Dirut PT Turelota Battu Indah; dan Ma'aruf Fitriyadi, Direktur CV Cipta Kesuma.

Baca juga: 2 Ajudan Ade Yasin Ikut Diperiksa Terkait Laporan Keuangan Pemkab Bogor

Baca juga: Kasus Suap Bupati Ade Yasin, KPK Periksa Kontraktor Swasta hingga Mahasiswi

Dua saksi lainnya atas nama Dedi Wandika, wiraswasta; dan Amhar Rawi, pensiunan.

"Diperiksa untuk tersangka AY dan Kawan-kawan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Selasa (31/5/22).

Pemanggilan 12 orang diduga terkait aliran dana dari para kontraktor dalam kasus suap empat auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat.

Sebelumnya, tim penyidik KPK memeriksa Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor Sintha Dec Checawaty dan perwakilan CV. Dede Print Dede Sopian pada Jumat, 27 Mei 2022.

Baca juga: Kasus Suap Ade Yasin, Giliran Kadis PUPR Kabupaten Bogor dan Eks Kepala BPK Jabar Diperiksa KPK

"Keduanya memenuhi panggilan tim penyidik dan dikonfirmasi antara lain terkait dugaan aliran penerimaan sejumlah uang dari beberapa pihak swasta untuk tersangka AY (Ade Yasin) melalui orang kepercayaannya," papar Ali Fikri.

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan delapan tersangka kasus dugaan suap yang dilakukan Bupati Bogor non aktif Ade Yasin terhadap auditor BPK Jawa Barat pada 28 April 2022 lalu.

Baca juga: KPK Periksa Sembilan Pejabat Kabupaten Bogor, Termasuk Adik Ade Yasin

Baca juga: Presiden Jokowi Panggil Iwan Setiawan, Minta Fokus Layani Masyarakat, Buntut OTT Ade Yasin oleh KPK

Suap ini dilakukan agar Pemkab Bogor kembali mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

Selain Ade Yasin (AY), tersangka pemberi suap lainnya adalah Sekretaris Dinas Kabupaten Bogor Maulana Adam (MA), Kasubid Kas Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah (IA), dan pejabat pembuat komitmen pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bogor Rizki Taufik (RT).

Sementara empat tersangka penerima suap, yaitu pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/pengendali teknis Anthon Merdiansyah (ATM), pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan (AM), Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK), dan pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved