Kasus Suap

Kasus Suap Bupati Ade Yasin, KPK Periksa Kontraktor Swasta hingga Mahasiswi

Saksi lain yang diperiksa adalah Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor Rieke Iskandar alias Akew.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Budi Sam Law Malau
Istimewa
Bupati Bogor non aktif Ade Yasin. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap Bupati non aktif Ade Yasin kepada pegawai BPK Jawa Barat terkait laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2021.

Pada Jumat (20/5/2022) lalu, KPK memeriksa sejumlah kontraktor swasta untuk mengusut adanya dugaan perintah pengumpulan uang dari tersangka Ade Yasin (AY).

Kontraktor yang diperiksa antara lain Sunaryo selaku Dirut PT Kemang Bangun Persada, Sabri Amirudin selaku Direktur PT Sabrina Jaya Abadi, dan Krisna Candra Januari alias Kris sebagai wiraswasta.

Saksi lain yang diperiksa adalah Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor Rieke Iskandar alias Akew.

"Para saksi yang dipanggil semuanya hadir. Mereka didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan perintah dari tersangka Ade Yasin untuk mengumpulkan sejumlah uang dari beberapa kontraktor yang mengerjakan proyek di Pemkab Bogor," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).

Saksi lain yang telah diperiksa KPK pada Jumat lalu adalah pegawai honoerer BPK Perwakilan Jabar Muhammad Wijaksana, dan Tantan Septian selaku sopir.

Baca juga: Kasus Suap Ade Yasin, Giliran Kadis PUPR Kabupaten Bogor dan Eks Kepala BPK Jabar Diperiksa KPK

Selain itu ada juga dua mahasiswi yakni Putri Nur Fajrina dan Genia Kamilia Sufiadi.

Keempat saksi ini diperiksa untuk tersangka pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jabar/pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK).

Baca juga: KPK Periksa 9 Pejabat Kabupaten Bogor, Termasuk Kepala Bappenda Adiknya Ade Yasin

"Saksi Putri Nur Fajrina dan Genia Kamilia Sufiadi diperiksa terkait dugaan aliran sejumlah uang dari beberapa pihak untuk tersangka Hendra Nur Rahmatullah Karwita," jelas Ali.

Sementara saksi Muhammad Wijaksana dan Tantan Septian diperiksa terkait dugaan adanya pertemuan tersangka Hendra Nur Rahmatullah Karwita dengan Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah (IA) dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik (RT).

Baca juga: KPK Periksa Sembilan Pejabat Kabupaten Bogor, Termasuk Adik Ade Yasin

"Pertemuan para tersangka ini terkait sejumlah uang sebagai dana operasional tim auditor BPK Perwakilan Jabar," papar Ali.

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus suap terkait laporan keuangan Pemkab Bogor tahun 2021.

Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Ade Yasin, Periksa Enam Pegawai Pemkab Bogor untik Dalami Kasus

Empat tersangka dari Pemkab Bohor adalah Bupati non aktif  Ade Yasin (AY), Sekretaris Dinas Kabupaten Bogor Maulana Adam (MA), Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah (IA), dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik (RT). Mereka bertindak sebagai pemberi suap.

Sementara empat tersangka lainnya dari BPK Perwakilan Jabar menjadi penerima suap.

Mereka terdiri dari Kasub Auditorat Jabar III/pengendali teknis Anthon Merdiansyah (ATM), Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan (AM), auditor Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK), dan pemeriksa Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved