Virus Corona

Epidemiolog: Vaksin Covid-19 Bukan Solusi Tunggal Pandemi, WFH Atau Hibrid Jadi Salah Satu Opsi

PPKM berperan mengendalikan mobilitas, juga dapat mengingatkan masyarakat di tengah kebijakan pelonggaran masker.

Editor: Yaspen Martinus
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dapat membantu situasi dunia yang semakin rawan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dapat membantu situasi dunia yang semakin rawan.

PPKM berperan mengendalikan mobilitas, juga dapat mengingatkan masyarakat di tengah kebijakan pelonggaran masker.

"Meskipun sekarang adanya pelonggaran, di mana sekolah kembali dibuka, aktivitas ekonomi berjalan kembali, WFO hingga 100 persen."

Baca juga: Per Maret 2022, Calon Pemilih di Pemilu 2024 Ada 190.573.769 Jiwa

"Tapi di era transisi menuju post Covid-19, kegiatan WFH atau hibrid menjadi satu opsi yang harus kita buka," ungkapnya kepada Tribunnews, Kamis (26/5/2022).

Menurut Dicky, wabah akan selalu ada. Misalnya saja kehadiran Monkeypox alias cara monyet baru-baru ini. Kemunculan penyakit artinya harus mengarah pada pemahaman era transisi.

Artinya, jangan justru kembali pada era sebelumnya. Dicky menyebutkan, dunia tidak akan sama seperti sama sebelumnya, sampai kita benar-benar mengubah banyak hal.

Baca juga: Menteri Agama: Selamat Merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih, Mari Terus Pererat Kerukunan Umat

"Dan ini bicara puluhan tahun ke depan."

"Belum lagi bicara perubahan perilaku, status kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan perbaikan ekosistem dan lingkungan," papar Dicky.

Ia pun mengingatkan, meski seandainya cakupan vaksin Covid-19 tiga dosis sudah mendekati 100 persen, bukan berarti bisa menjadi 'tombol' untuk menghentikan pandemi.

"Vaksin bukan solusi tunggal pandemi. Ada banyak solusi yang harus kita lakukan secara paralel, antara lain perubahan perilaku tadi dan perbaikan sistem," beber Dicky. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved