Hari Raya Idulfitri

Saat Perayaan Idulfitri Gibran Dipusingkan oleh Kasus Keracunan Massal di Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melewat Idulfitri hari pertama dengan sedikit gundah, sebab ada puluhan warganya yang keracunan nasi kotak.

Editor: Valentino Verry
Kompas.com
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tak bisa kumpul keluarga saat Idulfitri hari pertama, karena sibuk mengurusi korban keracunan nasi kotak di wilayahnya yang mencapai 50 orang. 

WARTAKOTALIVE.COM, SOLO - Jika kita lihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari pertama Idulfitri tak kumpul keluarga, karena ada sesuatu hal.

Alhasil, di hari pertama Idulfitri yang jatuh Senin (2/5/2022), Jokowi justru berkunjung ke kediaman Sultan Hamengkubuwono X di Yogyakarta.

Selanjutnya juga menerima kunjungan Menhan Prabowo Subianto.

Baca juga: Hari Pertama Lebaran Pedagang Kembang di TPU Banjir Rejeki, Peziarah Datang Usai Salat Idulfitri

Selama acara itu Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana dan putra kedua Kaesang Pangarep.

Sedangkan putra petama, Gibran Rakabuming Raka tak bisa gabung karena sedang sibuk.

Sebagai Wali Kota Solo, ternyata jelang Lebaran Gibran dipusingkan oleh kasus keracunan massal di wilayahnya.

Keracunan Massal itu terjadi di Pucangsawit dan Karanganyar.

Pemkot Solo dalam hal ini Dinas Kesehatan hingga Polresta Solo sudah turun tangan.

Baca juga: Kardi dan Anik Kecele tak Bisa Berwisata di Taman Margasatwa Ragunan

Beberapa sampel makanan di nasi boks yang diduga jadi sumber keracunan massal diamankan.

Ayam yang menurut warga sudah basi dan lembek hingga sayur kubis bakal diteliti.

Menurut Gibran, kasus ini menjadi perhatian utamanya saat Lebaran 2022.

Apalagi korban yang berjatuhan cukup banyak yakni sekitar 50 orang.

"Kalau tidak salah 50 orang ya yang jadi korban? Nanti coba kita lihat seperti apa," kata Gibran, Senin (2/5/2022).

Barang bukti nasi kotak yang menyebabkan keracunan massal.
Barang bukti nasi kotak yang menyebabkan keracunan massal. (Tribunnews.com)

Ketika disinggung apakah pihaknya akan membantu biaya perawatan para warga yang keracunan, Gibran menyebut bakal mengusahakannya.

"Apakah korban punya BPJS atau tidak, sebisa mungkin dari Pemkot akan bantu," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved