Aksi Terorisme
Densus 88 Ungkap NII Mau Gulingkan Pemerintah Siapapun Presidennya dan Bikin Kerusuhan Seperti 1998
Kabag Operasi Densus 88 Antiteror Kombes Aswin Siregar mengungkapkan, jaringan teroris ini bakal menggulingkan siapapun Presiden Indonesia.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri memastikan organisasi terlarang Negara Islam Indonesia (NII) tak hanya berencana melengserkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebelum Pemilu 2024.
Kabag Operasi Densus 88 Antiteror Kombes Aswin Siregar mengungkapkan, jaringan teroris ini bakal menggulingkan siapapun Presiden Indonesia.
"Jadi bukan masalah Pak Jokowi atau yang sekarang."
Baca juga: WHO Belum Cabut Status Pandemi Covid-19, PPKM Masih Penting
"Bagi mereka ingin melengserkan siapapun pemerintahannya kan," ujar Kabag Operasi Densus 88 Antiteror Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Jumat (22/4/2022).
Aswin kemudian mengungkapkan alasan kelompok teroris NII ingin melengserkan siapapun sosok yang menjabat presiden.
Sebab, NII berkeinginan membentuk Indonesia dengan paham Daulah Islam.
Baca juga: Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat 1965-1966, Pemerintah Dinilai Cukup Mengakui dan Minta Maaf
Ia menuturkan, terungkapnya rencana NII tersebut berdasarkan dokumen yang disita saat penangkapan 16 tersangka teroris NII di Sumatera Barat.
Dokumen tersebut bertuliskan teroris NII hendak membuat kerusuhan seperti tahun 1998.
"Notulensi atau catatan pertemuan mereka itu."
Baca juga: Peneliti BRIN Usulkan Komisi Ini Dibentuk untuk Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu
"Salah satunya yang mereka sampaikan adalah mereka akan buat kekacauan kan atau chaos."
"Yang dia sampaikan ya jika terjadi seperti 98," papar Aswin.
Berdasarkan Pengakuan Anggotanya di Tingkat Kecamatan
Densus 88 Antiteror Polri mendalami rencana kelompok organisasi terlarang Negara Islam Indonesia (NII) Sumatera Barat (Sumbar) menggulingkan pemerintah sebelum Pemilu 2024.
"Jadi kalau bagaimana caranya itu kita akan dalami lagi, cuma belum bisa kita share dulu ya sekarang," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, Rabu (20/4/2022).
Aswin menerangkan, informasi kelompok NII ingin menggulingkan pemerintah berasal dari para tersangka yang sudah tertangkap.
Baca juga: Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik, Kuasa Hukum Ade Armando Polisikan Sekjen PAN Edy Soeparno
Mereka mengungkap para petinggi NII ingin melengserkan pemerintah sebelum pemilu.
"Mereka juga cuma mendapatkan keterangan seperti itu dari atasannya (NII) atau dari seseorang ya."
"Caranya itu adalah masih disembunyikan atau masih belum dijelaskan ke mereka dari petinggi yang lainnya atau ketua yang lainnya," ungkap Aswin.
Baca juga: INI Peran Empat Tersangka Mafia Minyak Goreng, Bikin Sulit Hidup Rakyat
Aswin menuturkan, tersangka yang ditangkap Densus di Sumbar hanya anggota NII di tingkat kecamatan. Pihaknya belum menangkap para petinggi NII.
"Kita belum sampai kepada tingkat tinggi, yang ditangkap ini masih pada tingkatan kecamatan ternyata."
"Setelah pemeriksaan ini baru kita dapat semua istilahnya gambaran struktur, cuma dia itu terputus."
Baca juga: Jaksa Agung Siap Tindak Menteri Perdagangan M Lutfi Jika Terbukti Terlibat Kasus Mafia Minyak Goreng
"Mereka juga tidak mengetahui siapa yang di atas dia. Hanya melalui seseorang sebagai istilahnya link, yang sekarang lagi kita cari juga," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, NII Sumbar merencanakan sejumlah aksi teror, salah satunya berencana menggulingkan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) sebelum Pemilu 2024.
Hal itu terungkap seusai penyidik memeriksa 16 tersangka teroris NII yang ditangkap di Sumbar.
Baca juga: BREAKING NEWS: Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Jadi Tersangka Mafia Minyak Goreng
Dugaan itu semakin diperkuat, usai ditemukan barang bukti yang terkait rencana kelompok NII di Sumbar.
"Barang bukti yang ditemukan juga menunjukkan sejumlah rencana yang tengah dipersiapkan oleh jaringan NII Sumatera Barat."
"Yakni upaya melengserkan pemerintah yang berdaulat sebelum tahun Pemilu 2024," beber Aswin saat dikonfirmasi, Senin (18/4/2022).
Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 19 April 2022: 34 Pasien Meninggal, 2.750 Sembuh, 837 Orang Positif
Kata Aswin, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti yang ditemukan dalam bentuk dokumen tertulis, yang menunjukkan jaringan NII di Sumatera Barat memiliki visi dan misi yang sama persis dengan NII Kartosuwiryo.
"Yakni mengganti ideologi Pancasila dan sistem pemerintahan Indonesia saat ini dengan syariat Islam, sistem khilafah, dan hukum Islam," papar Aswin.
Rencana NII Sumbar melakukan sejumlah teror, salah satunya dengan menyiapkan senjata tajam yang disebut sebagai golok.
Baca juga: Jelang Arus Mudik Lebaran, 99,2 Persen Masyarakat Indonesia Sudah Punya Antibodi Covid-19
"Di antara sekian rencana tersebut, terdapat juga potensi ancaman berupa serangan teror, yang tertuang dalam wujud perintah mempersiapkan senjata tajam disebutkan golok, dan juga mencari para pandai besi."
"Ada pun temuan alat bukti arahan persiapan golok tersebut sinkron dengan temuan barang bukti sebilah golok panjang milik salah satu tersangka," paparnya.
Densus 88 Antiteror Polri menangkap 16 tersangka terori jaringan NII di Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (25/3/2022) lalu.
Baca juga: Kondisi Pandemi Covid-19 Tiap Negara Berbeda, Masyarakat Diimbau Tak ke Luar Negeri Saat Lebaran
Tak lama berselang, Densus menangkap lima tersangka teroris jaringan NII lainnya di Tangerang, Banten, Minggu (3/4/2022).
Para tersangka diduga ingin mengubah ideologi Pancasila dengan syariat Islam.
Pada saat yang sama, mereka juga aktif merekrut anggota baru dari kalangan anak-anak di bawah umur.
Baca juga: Dianggap Benarkan Politik Uang, ICW Desak Megawati Copot Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto
Para tersangka itu juga aktif melakukan kegiatan i'dad atau latihan ala militer secara rutin lewat berbagai kegiatan.
Mereka juga berniat menggulingkan pemerintah dengan memanfaatkan situasi jika terjadi kekacauan. (Igman Ibrahim)