Virus Corona
WHO Belum Cabut Status Pandemi Covid-19, PPKM Masih Penting
PPKM juga merupakan rekomendasi dari WHO dan dilakukan oleh banyak negara.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menilai, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) cukup efektif mengendalikan pandemi Covid-19.
Apalagi, jika dibandingkan dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada tahun pertama pandemi, yang tidak terlalu efektif.
PPKM juga merupakan rekomendasi dari WHO dan dilakukan oleh banyak negara. Terbukti, PPKM efektif menekan kasus gelombang kedua.
Baca juga: Densus 88 Ungkap NII Jalin Kontrak dengan Pandai Besi Tradisional untuk Bikin Senjata Tajam Massal
Sedangkan pada gelombang ketiga, penanganan pandemi relatif mudah, karena imunitas sudah jauh lebih baik. Kasus juga tidak sebesar gelombang pertama dan kedua.
"PPKM ini supaya diketahui, bukan hal baru."
"Sebetulnya sudah lama dalam konteks strategi pandemi ya, namanya saja berbeda."
Baca juga: Dewas KPK Belum Tahu Jumlah Rombongan Lili Pintauli yang Difasilitasi Pertamina Tonton MotoGP
"Aktivitas itu sudah dikenal cukup lama, terutama di era setelah pandemi flu di 1918," ungkap Dicky pada Tribunnews, Jumat (23/4/2022).
Oleh karena itu, lanjutnya, PPKM sangat diperlukan ketika terjadi satu wabah besar atau situasi kritis. PPKM menjadi bagian tidak terpisahkan dan menjadi sangat penting.
Kasus Covid-19 yang melandai, dan modal imunitas yang meningkat, tidak membuat penerapan PPKM selesai.
Baca juga: Senin Pekan Depan DPR dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi Rapat Bahas Minyak Goreng
"Karena status pandemi masih berlaku dan belum dicabut oleh WHO, menuntut adanya regulasi darurat kesehatan dalam bentuk strategi."
"Regulasi ini dalam bentuk PPKM," paparnya.
Dicky berpendapat, PPKM harus diadakan untuk menjadi payung dari intervensi, sekaligus mengingatkan semua pihak, pandemi masih ada.
Baca juga: Megawati: Sebagai Ketua Partai Saya Tegas Katakan No! Tak Ada Penundaan Pemilu Sama Sekali
"PPKM tidak bisa dicabut jika status pandemi belum diubah oleh WHO, itu yang juga berlaku di banyak negara, terutama negara maju yang memberlakukan leveling."
"Ini yang ingin saya ingatkan dan tegaskan, PPKM masih penting," tegasnya.
Dicky menuturkan, potensi perburukan masih. Jika pandemi telah dicabut oleh WHO, barulah relevansi justifikasi menjadi lemah untuk mempertahankan PPKM. (Aisyah Nursyamsi)