PTM 100 Persen

2 Tahun Jalani PJJ, Dewan Minta Disdik DKI Skrining Kesehatan Mental Pelajar untuk Hadapi PTM 100 %

Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Pendidikan lakukan skrining kesehatan mental pelajar untuk menghadapi PTM 100 Persen pada 1 April lalu.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/ Miftahul Munir
PTM 100 Persen di SMAN 78 Jakarta disambut antusias siswa 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen kembali pada 1 April 2022.

Terkait hal itu, Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta melakukan skrining kesehatan mental pelajar untuk menghadapi PTM persen.

Hal itu penting karena selama dua tahun terakhir, pihak sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui online demi menghindari penularan Covid-19.

“Fasilitas skrining kesehatan mental siswa ini penting. Siswa perlu penyesuaian untuk berinteraksi langsung lagi dengan guru dan teman-temannya,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo pada Sabtu (9/4/2022).

Baca juga: Komisi E Minta Disdik DKI Skrining Kesehatan Mental Pelajar Hadapi PTM 100 persen

Baca juga: Siswa SMAN 78 Jakarta Senang PTM 100 Persen, Bisa Bertemu Semua Teman dan Guru

Baca juga: Jadwal PTM 100 Persen Selama Ramadan di SMAN 78 Jakarta

Menurutnya, anak umur sekolah ini rentan dalam hal kesehatan mentalnya. Jangan sampai lahir generasi mental health issue dan anxiety, karena kesehatan mental pasti berpotensi mengganggu pelajaran dan aspek kehidupan lainnya.

Selain itu, Anggara meminta Pemprov DKI juga harus tetap memberikan opsi bagi orang tua yang belum mengizinkan anaknya mengikuti PTM.

Sistem pembelajaran hybrid untuk menunjang kebutuhan siswa belajar perlu mendapatkan perhatian.

BERITA VIDEO: Della Dartyan Nangis saat Baca Naskah Series Pulang

“Persetujuan orang tua untuk anak mengikuti PTM tetap harus diutamakan. Jika orang tua belum mengizinkan, anak dapat belajar daring namun tidak terpisah dari siswa yang mengikuti pelajaran di kelas,” ujar Anggara dari Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta ini.

“Kita harus siap dengan metode tersebut dan juga memberikan pedoman ke orang tua untuk bagaimana pendampingannya karena ini berbeda dengan PJJ penuh,” lanjutnya.

Anggara juga mengingatkan agar Pemprov tetap berhati-hati dalam hal pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu melakukan evaluasi penerapan protokol dan pengawasan secara berkala.

Meski demikian, Anggara menyambut baik pelaksanaan PTM di DKI Jakarta, karena sesuai amanat Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri Nomor 05/KB/2021.

Empat menteri itu adalah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; Menteri Kesehatan; Menteri Dalam Negeri serta Menteri Agama.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved