Bulan Suci Ramadan

Sambut Ramadan, Menag: Satu Bulan ke Depan Kita akan Ditempa Bersihkan Residu Manusiawi

Menurutnya, solidaritas dengan sesama dapat terwujud, bila seseorang mampu menghilangkan kesombongan dari dirinya.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat muslim menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas dan membersihkan residu manusiawi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat muslim menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas dan membersihkan residu manusiawi.

"Ramadan adalah momen kita menata dan memperbaiki kualitas diri."

"Kita dibina dan dididik untuk menjadi muslim yang tunduk dan patuh terhadap perintah Allah."

Baca juga: Pemecatan Terawan Berawal dari Terapi Cuci Otak Sejak 2013, Dianggap Langgar Kode Etik oleh IDI

"Kita juga dibiasakan untuk membangun solidaritas dengan sesama," kata Yaqut, dikutip dari laman kemenag.go.id, Sabtu (2/4/2022).

Menurutnya, solidaritas dengan sesama dapat terwujud, bila seseorang mampu menghilangkan kesombongan dari dirinya.

Ini merupakan bagian residu manusiawi yang perlu dibersihkan.

Baca juga: Bersyukur Hukumannya Diperberat, Angelina Sondakh: Sekarang Saya Tidak Butuh Barang Bermerek

"Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita lah yang paling benar, sementara orang lain selalu salah."

"Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita yang paling jujur, sementara orang lain pasti berlaku curang," tutur Menag.

Gus Yaqut, begitu ia biasa disapa, berharap masyarakat dapat mengambil hikmah di bulan suci Ramadan, untuk membersihkan residu manusiawi tersebut.

Baca juga: Sambut Baik Tawaran Mediasi Menteri Kesehatan, PB IDI: Apakah Terawan Berkeinginan?

"Satu bulan ke depan di Bulan Ramadan ini, di bulan yang penuh maghfirah, di bulan yang penuh ampunan, di bulan yang penuh hikmah dan pelajaran, kita akan ditempa untuk membersihkan residu-residu manusiawi seperti itu."

"Kita akan lihat nanti, apakah ibadah-ibadah kita selama di Bulan Ramadan ini tuntas."

"Apakah ibadah kita selama di Bulan Ramadan ini mampu memetik segala pelajaran yang diberikan langsung oleh Allah SWT kepada kita," paparnya.

Baca juga: Bukan Nasdem, PKB Jadi Perahu Politik Baru M Taufik Setelah Hengkang dari Gerindra

Ini adalah tahun ketiga umat muslim Indonesia menyambut Ramadan di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun kondisi pandemi sudah melandai, Menag berpesan agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) selama Ramadan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved