Kasus Rizieq Shihab

Ajukan Kasasi, Jaksa Nilai Vonis Bebas Penembak Enam Anggota FPI Diambil Berdasarkan Kebohongan

JPU menganggap terdapat beberapa kesalahan pada putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Jaksa penuntut umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung mengajukan kasasi, atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang membebaskan dua polisi penembak enam anggota Front Pembela Islam (FPI). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Jaksa penuntut umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung mengajukan kasasi, atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang membebaskan dua polisi penembak enam anggota Front Pembela Islam (FPI).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menyatakan, JPU menganggap terdapat beberapa kesalahan pada putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang termasuk dalam ketentuan dari pasal 253 KUHAP.

"Selain itu, majelis hakim dinilai tak cermat dalam menerapkan hukum pembuktian."

Baca juga: Tak Masalah PAN Masuk Kabinet, Cak Imin: Tapi Jangan Ganggu PKB, Bisa Ukraina Lawan Rusia Nanti

"Sehingga terdapat kekeliruan dalam menyimpulkan dan mempertimbangkan fakta hukum dari alat bukti keterangan saksi-saksi, ahli, surat yang telah dibuktikan dan dihadirkan penuntut umum di persidangan," ujar Ketut lewat keterangan tertulis, Kamis (24/3/2022).

Akibatnya, kata Ketut, majelis hakim membuat kesimpulan perbuatan terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella dikarenakan pembelaan terpaksa (Noodweer) dan pembelaan terpaksa yang melampaui batas (Noodweer Excess).

"Majelis hakim dalam mengambil pertimbangan dalam keputusan didasarkan pada rangkaian kebohongan atau cerita karangan yang dilakukan terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella."

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 24 Maret 2022: 122 Pasien Wafat, 18.272 Orang Sembuh, 5.808 Positif

"Yang tidak didasarkan atas keyakinan hakim itu sendiri dan alat bukti," beber Ketut.

Alasan upaya hukum kasasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253 ayat (1) KUHAP, serta dalam rangka mencari kebenaran materiel oleh Mahkamah Agung sebagai benteng peradilan tertinggi sebagaimana dimaksud dalam UU 48/2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis bebas kepada Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella, terdakwa dugaan tindak pidana pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing terhadap enam anggota FPI.

Sidang digelar pada Jumat (18/3/2022), di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Baca juga: Duet Puan-Anies Berpeluang di Pilpres 2024, Prabowo Dinilai Harus Melakukan Kalkulasi Politik Ulang

Kedua terdakwa hadir secara virtual bersama tim kuasa hukum.

Dalam putusannya, ketua majelis hakim PN Jakarta Selatan Arif Nuryanta menyatakan, kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama, sehingga membuat orang meninggal dunia.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagiamana dakwaan primer penuntut umum," kata hakim Arif dalam sidang putusan.

Baca juga: Tak Puas dengan Jawaban Jokowi, Megawati: Stunting Harusnya Tidak Ada di Republik Ini, Titik!

Hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kendati begitu, dalam putusannya hakim mendapati adanya alasan pembenar dan pemaaf, sebagaimana yang dilayangkan oleh tim kuasa hukum terdakwa dalam nota pembelaan alias pleidoi.

Atas dasar itu, hakim menjatuhkan vonisnya kepada anggota Polri aktif itu dengan hukuman bebas alias tidak dipidana.

Baca juga: Jumlah Orang yang Dites Covid-19 Turun 52 Persen Sejak Syarat Wajib Tes PCR Atau Antigen Dihapus

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved