Virus Corona

Jumlah Orang yang Dites Covid-19 Turun 52 Persen Sejak Syarat Wajib Tes PCR Atau Antigen Dihapus

Wiku menyebut testing masih memenuhi target WHO, meski jumlah orang yang dites per minggunya turun hingga 52 persen dari puncak.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers Setpres/Kris
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, syarat testing Covid-19 yang kini tidak diwajibkan di beberapa sektor, berdampak pada turunnya jumlah orang yang dites. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Syarat testing Covid-19 yang kini tidak diwajibkan di beberapa sektor, berdampak pada turunnya jumlah orang yang dites.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

Sayangnya, angka testing sudah menurun sejak minggu ketiga Februari, dan terus menurun di masa penyesuaian kebijakan baru.

Baca juga: Densus 88 Ciduk Tiga Tersangka Teroris Pendukung ISIS, Salah Satunya Niat Beraksi di Gedung DPR

Wiku menyebut testing masih memenuhi target WHO, meski jumlah orang yang dites per minggunya turun hingga 52 persen dari puncak.

"Turunnya testing ini perlu menjadi kewaspadaan kita bersama."

"Sebab hanya dites, kita bisa membedakan orang positif dan tidak."

Baca juga: Zona Merah Covid-19 di Indonesia Kembali Raib, Kuning Naik, Oranye Turun

"Jangan sampai turun angka testing ini berdampak pada penurunan kasus yang semu," ungkapnya pada konferensi pers virtual, Kamis (17/3/2022).

Karena jika dibiarkan, dapat berpotensi meningkatkan jumlah orang positif yang tidak teridentifikasi.

Wiku menegaskan angka testing harus tetap dipertahankan, bahkan harus tetap ditingkatkan.

Baca juga: Zona Hijau Covid-19 di Indonesia Nihil Tiga Pekan Beruntun Meski Kasus Terus Melandai

Di sisi lain, karena menurunnya data testing, lanjut Wiku, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran.

Caranya, dengan memperkuat kembali protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Prokes harus ditingkatkan kembali mengingat turunnya angka testing.

Baca juga: Elite Parpol Usul Tunda Pemilu 2024, Busyro Muqoddas: Keledai Politik, Tak Belajar dari Masa Lalu

"Terlebih lagi mengingat kasus tanpa gejala tidak sedikit jumlahnya."

"Jangan sampai ketidaktaatan prokes malah menjadi sumber penularan orang lain, apalagi kelompok rentan," paparnya. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved