Daging Sapi

Satgas Pangan Polri Ungkap Penyebab Daging Sapi Mahal

Salah satu penyebab kenaikan harga ialah karena karena naiknya permintaan atau demand bahan pokok pangan jelang bulan puasa.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Desy Selviany
Kasatgas Pangan Polri Irjen. Pol. Helmy Santika (kiri) di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Satgas Pangan Polri mengungkap penyebab kenaikan harga daging sapi dan kedelai di Indonesia yang terjadi menjelang bulan puasa Ramadan.

Hal itu diungkapkan Kasatgas Pangan Polri Irjen. Pol. Helmy Santika, Jumat (4/3/2022) di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Helmy mengakui sejumlah bahan pangan naik jelang bulan Ramadhan.

Salah satu penyebab kenaikan harga ialah karena karena naiknya permintaan atau demand bahan pokok pangan jelang bulan puasa.

Namun untuk beberapa bahan pangan yang naik drastis seperti daging dan kacang kedelai dilatarbelakangi oleh kenaikan dari negara asal.

Sebab, mayoritas bahan pangan tersebut masih mengandalkan impor.

Baca juga: Daging Sapi Langka Imbas Aksi Mogok Pedagang, Penjual Bakso di Pondok Aren Terancam Gulung Tikar

"Selain itu, khusus bahan-bahan pokok yang sebagian besar masih dipenuhi dari impor seperti kedelai, gula, dan daging, kenaikan dipengaruhi oleh naiknya harga di negara asal," jelas Helmy.

Saat ini kata Helmy, tengah ada kebijakan pemerintah yang bertujuan mengendalikan ketersediaan, distribusi, dan harga.

Baca juga: Pedagang Daging Sapi di Pasar Tambun Bekasi Pasang Tulisan Larangan Berjualan 

Diantaranya dengan menugaskan BUMN dan melaksanakan operasi pasar, sehingga harga masih bisa terkendali dan terjangkau oleh masyarakat.

Selain itu Satgas Pangan Polri bersama-sama dengan Kementerian terkait turut serta mengawal ketersediaan bahan pokok serta kontrol harga agar tetap stabil.

Baca juga: Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kota Bekasi Juga Mogok Jualan

Satgas Pangan Polri juga telah melakukan deteksi dini terkait gejolak permasalahan yang ada dari tingkat bawah.

Deteksi dini mulai dari produsen, petani, pedagang, distributor, importir, maupun konsumen.

Baca juga: Pedagang Daging Sapi Mogok, Imbasnya Pengelola Warung Bakso Juga Tutup

"Sehingga kenaikan bahan pokok bisa dikoordinasikan dengan pemerintah yang berwenang untuk mencari solusi terbaik menjelang puasa dan lebaran," jelas Helmy.

Satgas Pangan Polri juga telah turut serta turun ke lapangan bersama-sama dengan Kementrian Pertanian, Kementrian Perdagangan, serta Badan Pangan Nasional (BPN) untuk mengecek dan mengidentifikasi permasalahan yang ada.

Terpenting saat ini kata Helmy ialah menjaga ketersediaan bahan pokok pangan.

Baca juga: Harga Daging Sapi di Kota Depok Melambung Tinggi, Pedagang Menjerit Pembeli Makin Sepi

Salah satu cara yang terampuh ialah dengan menjaga ketersediaan stok dan menjaga keseimbangan suplay and demand.

Diketahui belakangan harga daging sapi melonjak drastis dari Rp120 ribu perkilogram (kg) menjadi Rp140 ribu bahkan menyentuh angka Rp150 ribu.

Akibatnya sejumlah pedagang daging sapi di Jakarta melakukan mogok massal sedari Senin (28/2/2022). (Des)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved