Selasa, 14 April 2026

Berita Depok

Harga Daging Sapi di Kota Depok Melambung Tinggi, Pedagang Menjerit Pembeli Makin Sepi

Para pedangang yang tutup merupakan pedagang yang memperoleh pasokan daging dari daerah Bogor dan Jakarta.

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota
Suasana los lapak daging sapi di Pasar Agung dan Pasar Depok Jaya pada Senin (28/2/2022) (Muhamad fajar riyandanu) 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Rencana mogok dagang para penjual daging sapi di sejumlah pasar di Kota Depok batal dilaksanakan.

Selain batalnya wacana mogok yang dikabarkan mulai pada Senin (28/2) hingga Rabu (2/3/2022), harga daging sapi dipasaran juga naik, hingga menyentuh harga Rp 135.000 per kilogram.

Seperti yang terjadi di Pasar Depok Jaya, Pancoran Mas. Pada pukul 10.30 WIB. Seluruh lapak yang berada di los daging sapi tengah melayani transaksi jual beli.

Edi, salah pedagang daging sapi ini mengaku mendengar kabar adanya rencana mogok dagang sejak pekan kemarin.

Baca juga: Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Tagih Janji Jokowi Tekan Harga di Bawah Rp 100 Ribu

Namun, dirinya tak kunjung menerima surat atau arahan untuk mogok dagang

"Dikasih tahunya kemarin mau mogok katanya mulau hari senin, kok ternyata masih pada motong sapi," kata Edi saat ditemui di lapaknya pada Senin (28/2/2022), siang.

Edi melanjutkan, dirinya tak tahu menahu mengapa aksi mogok dagang gagal dilaksanakan.

Ia hanya berujar, harga daging sapi kembali baik ke harga Rp 135.000 hingga 140.000 per kilogram.

"Naik sudah seminggu lah. Karena dari bos sudah Rp 125.000 per kilogram," sambung Edi.

Sebelumnya, Edi menjual sekilo daging sapi seharga Rp 130.000 dengan modal Rp 120.000 perkilogram.

"Ada Kenaikan Rp 5000 per kilo," jelasnya.

Baca juga: Pedagang Daging Sapi di Pasar Slipi Jakbar Mogok Jualan, Unit Krimsus Polres Jakbar Cek Lapangan

Selain daging sapi, Edi menjual sejumlah jeroan seperti paru-paru yang dijual Rp 90.000 per kilo, babat Rp 35.000 per kilo dan hati Rp 90.000 per kilo.

Suasana berbeda terlihat di Pasar Agung, Sukmajaya.

Di los daging sapi, sejumlah pedangan ada yang buka dan ada yang tutup. Dari 21 lapak daging sapi yang terlihat, separuh diantaranya tutup.

Menurut keterangan Sultan (24), salah satu pedangang daging sapi yang masih membuka lapaknya mengatakan, para pedangang yang tutup merupakan pedagang yang memperoleh pasokan daging dari daerah Bogor dan Jakarta.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved