Harga Daging Sapi
Pedagang Daging Sapi di Pasar Tambun Bekasi Pasang Tulisan Larangan Berjualan
Setelah dipasangnya tulisan itu, diharapkan para penjual daging sapi di Pasar Tambun menaati aturan bersama untuk menjaga solidaritas
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Mamat (45), pedagang daging sapi di Pasar Tambun, Bekasi, menyatakan pihaknya sengaja memasang tulisan pelarangan jualan di kios-kios pedagang, untuk memastikan aksi mogok jualan dilakukan sampai Jumat (4/3/2022) mendatang.
Tulisan pelarangan tersebut, kata Mamat, baru dipasang Selasa (1/3/2022) hari ini.
"Iya kami baru pasang hari ini tulisannya, kemarin mah belum ada," kata Mamat di lokasi.
Mamat menjelaskan kertas bertuliskan 'Pedagang Daging Dilarang Berjualan Sesuai dengan Aturan yang Berlaku', tersebut, terpaksa dipasang lantaran masih terdapat segelintir pedagang daging sapi yang kedapatan masih berjualan pada Senin (28/2/2022) pagi kemarin.
"Kemarin ada yang bandel dagang, ditegur sama kami. Sekarang dikasih garis batas tali rapiah, sama tulisan biar gak dagang, jadi kompak," tuturnya.
Setelah dipasangnya tulisan itu, diharapkan para penjual daging sapi di Pasar Tambun menaati aturan bersama untuk menjaga solidaritas atas fenomena kenaikan harga daging sapi.
Baca juga: VIDEO Harga Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso di Pondok Aren Meliburkan Diri
Baca juga: Pedagang Daging Sapi Mogok, Imbasnya Pengelola Warung Bakso Juga Tutup
"Kami mogok dari Senin sampai Jumat, baru boleh jualan Sabtu nanti. Tujuannya biar warga tahu kalau harga daging sapi lagi mahal. Kalau nawar enggak rendah, apalagi kebangetan nawarnya," ucap Mamat.
Ia mengharapkan agar harga daging dari pemasok daging sapi bisa diturunkan di bawah kisaran harga Rp98 ribu per kilogramnya.
Baca juga: Pusing, Selain Daging Sapi, Harga Ayam Potong Juga Naik
Baca juga: Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kota Bekasi Juga Mogok Jualan
"Sekarang kami modal beli daging saja Rp98-107 ribu. Kalau jual Rp130 ribu saja, pembeli pada nawar, untungnya tipis. Jadi kalau mau untung terpaksa jual Rp140 ribu per kilogram. Tapi risikonya pembeli berkurang," tuturnya.
Sementara itu, penjual daging lain bernama Mujianto (35) mengatakan dirinya kini hanya melayani pelanggan tetap saat masa mogok berjualan.
Baca juga: Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Tagih Janji Jokowi Tekan Harga di Bawah Rp 100 Ribu
Hal itu dilakukan agar ia tak kehilangan pelanggan.
"Kalau langganan tetap saya layanin, paling mereka nge-WA dulu, terus saya anterin, itu pun paling banyak 5 kilogram sehari. Biar mereka tetap beli daging ke kami," kata Mujianto. (abs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tulisan-larangan-berjualan-pedagang-daging-sapi.jpg)