Berita Tangsel
Daging Sapi Langka Imbas Aksi Mogok Pedagang, Penjual Bakso di Pondok Aren Terancam Gulung Tikar
Asyhari mengaku kesulitan mendapatkan daging sapi dirasakan dirinya sejak beberapa hari terkahir.
WARTAKOTALIVE.COM, PONDOK AREN - Aksi mogok pedagang daging sapi yang terjadi belakangan ini berimbas terhadap para pedagang bakso
Hal ini yang diakui oleh Muhammad Asyhari (26) selaku pedagang bakso di Jalan Wahid Hasyim, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
"Kita sudah kesulitan bahan baku untuk pembuatan bakso karena para pedagang daging sapi pada mogok," katanya saat ditemui di lokasi, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangsel, Kamis (3/3/2022).
Baca juga: Daging Sapi dan Minyak Goreng Masih Langka di Bogor, Muhammad Romli Desak Disdagin Turun Tangan
Asyhari mengaku kesulitan mendapatkan daging sapi dirasakan dirinya sejak beberapa hari terkahir.
Dirinya pun terus berusaha mencari ketersediaan daging sapi di tengah melonjaknya harga per kilogramnya.
Hal itu dilakukan ia agar usaha baksonya tersebut masih dapat beroperasi di tengah aksi mogok para pedagang daging sapi.
"Mau enggak mau saya cari daging untuk stok yang banyak biar bisa berdagang," katanya.
Sementara itu, Asyhari mengaku imbas lain yang dirasakan ia berupa merosoknya penghasilan dari usahanya.
Kata ia sebelum kelangakaan daging sapi, dirinya mampu menjual ratusan porsi bakso yang dijualnya.
"Penurunan omset ada karena dengan adanya kelangkaan daging sapi itu, kita sulit mendapatkan bahan bakunya. Jadi mau enggak mau biasa kita giling banyak sekarang kita kurangin, biasanya menjual 100 sampai 150 per porsi bakso kalau sekarang cuman cukup untuk sekitar 70 porsi saja" jelasnya.
Baca juga: Pedagang Daging Sapi di Pasar Tambun Bekasi Pasang Tulisan Larangan Berjualan
Selain itu, kata Asyhari jika kelangakaan daging terus terjadi dapat membuat gulung tikar usaha baksonya itu.
Ia mengaku bersiap diri untuk berlatih ke usaha yang lain di tengah kelangkaan mendapatkan daging sapi tersebut.
"Mau enggak mau kalau stok habis ya kita harus berhenti jualan. Ya paling kita menjual mie ayam sama siomay dulu," pungkasnya. (riz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pedagang-bakso-di-kawasan-jalan-wahid-hasyim.jpg)