Lili Pintauli Siregar Kembali Diadukan Atas Dugaan Pelanggaran Etik, Dewas KPK Belum Temukan Bukti

Tumpak memastikan, dalam keperluan melakukan penyelidikan atas pengaduan ini, pihaknya telah menerjunkan tim ke Medan, Sumatera Utara.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Humas KPK via Kompas.com
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi Kinerja KPK Semester I 2020, Selasa (18/8/2020). Ia kini dilaporkan menekan Walikota nonaktif Tanjung Balai M Syahrian terkait adik iparnya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) kembali menerima aduan dugaan pelanggaran etik oleh Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

Bahkan, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait pengaduan tersebut.

"Memang ada satu laporan lagi tentang beliau (Lili Pintauli Siregar) yang disampaikan oleh.....ya kami terima juga lah."

Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 24 Januari 2022, Jabodetabek Masuk Level 2

"Dan itu sedang kami lakukan penyelidikan," kata Tumpak saat konferensi pers di Kantor C1 Dewas KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Tumpak memastikan, dalam keperluan melakukan penyelidikan atas pengaduan ini, pihaknya telah menerjunkan tim ke Medan, Sumatera Utara.

Hal tersebut dilakukan, kata Tumpak, guna mengungkap bukti dari pengaduan yang melibatkan pimpinan KPK itu.

Baca juga: Sudah Diusulkan, Pembentukan Kortas Tipikor Polri Tunggu Jawaban Setneg

"Itu pun kami sudah berangkat ke Medan dan lain sebagainya, kami belum juga bisa menemukan bukti tentang adanya perbuatan itu," ungkap Tumpak.

Tumpak tidak merinci secara detail terkait persoalan pengaduan dan pihak yang melayangkan aduan tersebut terhadap Lili Pintauli Siregar.

Terpenting, kata dia, jika nantinya tim sudah menemukan titik terang terkait bukti tersebut, Dewas KPK akan menyampaikannya secara resmi.

Baca juga: Minta Maaf, Ferdinand Hutahaean Tulis Sepucuk Surat dari Rutan Bareskrim, Ini Isi Lengkapnya

"Nanti pada saatnya tentu akan kami sampaikan," ucap Tumpak.

Dewas KPK telah menyatakan Lili Pintauli bersalah melanggar kode etik karena menyalahgunakan pengaruh untuk kepentingan pribadi dan berhubungan langsung dengan pihak beperkara.

Mantan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu dijatuhi sanksi berupa pemotongan gaji pokok 40 persen selama 12 bulan.

Dewas menyatakan Lili terbukti memanfaatkan posisinya sebagai pimpinan KPK, untuk menekan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai Muhamad Syahrial. (Rizki Sandi Saputra)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved