Breaking News:

Viral Media Sosial

Valencya Akhirnya Divonis Bebas, Bukan Karena Viral, Hakim: Menimbang Fakta Persidangan

Valencya Akhirnya Divonis Bebas, Bukan Karena Viral, Hakim: Menimbang Fakta Persidangan. Berikut Selengkapnya

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Sidang kasus KDRT psikis terdakwa Valencya (45) di Pengadilan Negeri Karawang, pada Kamis (11/11/2021) sore. Terdakwa dituntut satu tahun penjara oleh jaksa, dalam sidang terdakwa sempat menangis tidak terima tuntutan itu. Dia menilai memarahi suaminya karena kesal suaminya sering pulang dalam keadaan mabuk. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Majelis Hakim menegaskan vonis bebas terhadap terdakwa KDRT psikis Valencya (45) bukan karena menjadi sorotan publik. Akan tetapi vonis bebas itu sesuai fakta persidangan.

Majelis hakim yang dipimpin oleh hakim ketua Ismail Gunawan, dengan anggota majelis hakim Selo Tantular dan Arif Nahumbang Harahap menyatakan dakwaan yang dilekatkan kepada Valencya tidak terbukti dalam proses pengadilan.

"Menimbang bahwa dengan tidak terbuktinya salah satu unsur dalam dakwaan maka majelis hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan tersebut," kata majelis hakim, Kamis (2/12/2021).

"Menimbang bahwa karena karena hal tersebut tidak terbukti melakukan unsur tersebut maka terdakwa harus dibebaskan dari dakwaan tersebut," sambung hakim.

Valencya didakwa dengan Pasal 45 ayat 1 Juncto pasal 5 huruf b UU tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Salah satu unsur yang tak terbukti terkait dengan dakwaan tersebut. Berikut bunyi pasal yang didakwakan:

Pasal 5 huruf b:

Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara: (b) kekerasan psikis.

Pasal 45

(1) Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 9.000.000,00 (sembilan juta rupiah).

Dalam vonisnya, hakim juga menegaskan bahwa putusan tersebut objektif sebagaimana fakta-fakta yang muncul di persidangan.

Baca juga: Divonis Bebas Hakim, Valencya Minta Mantan Suami Sudahi Penderitaan Dia dan Keluarganya Selama Ini

Baca juga: Valencya Harap-harap Cemas Menunggu Hakim Bacakan Putusan Perkara KDRT Psikis

Hal tersebut ditegaskan hakim mengingat selama persidangan, Valencya kerap mengumbar fakta kondisi rumah tangga yang seharusnya tak ia sampaikan.

Kondisi tersebut menarik banyak simpati publik. Atas dasar itu, hakim menilai perlu menegaskan bahwa vonis yang dijatuhkan bukan atas dasar simpati, sorotan dan dukungan publik, tetapi dari fakta di persidangan.

"Majelis hakim tidak menilai berdasarkan keterangan subjektif terdakwa, tetapi menilai secara objektif seluruh fakta hukum yang terdapat di persidangan," kata hakim.

Hakim menyampaikan, dalam replik jaksa penutut umum juga melakukan penarikan tuntutan dan meminta terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan.

Kemudian dalam fakta persidangan saksi korban Chan Yu Ching yang dinyatakan menjadi korban KDRT Psikis tidak dapat dibuktikan.

Jaksa penutut umum dalam persidangan menyampaikan alat bukti yang menyatakan bahwa saksi korban mengalami depresi.

Akan tetapi dalam persidangan tidak dihadirkan secara jelas saksi ahli tersebut hanya surat pernyataan dari rumah sakit saja.

Baca juga: Valencya yang Dituntut 1 Tahun Penjara Karena Marahi Suami Mabuk Banjir Dukungan dari 7.500 Warganet

Baca juga: Chan Yu Ching Ungkap Fakta, Bantu Valencya Pinjam Uang di Bank Sebesar Rp 2 Miliar untuk Usaha

Lalu, saksi korban dalam faktanya masih bisa menjalankan usahanya dan masih melakukan sejumlah laporan kepolisian hingga masih dapat beraktifitas.

Usai divonis bebas, Valencya tak kuasa menahan tangis dan sujud syukur di ruang sidang tersebut.

Keluarga, Kuasa Hukumnya Iwan Kurniawan dan Politisi PDIP, Rieke Dyah Pitaloka berusaha membangunkan Valencya yang bersujud lemas di lantai ruang pengadilan tersebut.

Valencya tampak lemas saat berjalan keluar ruang sidang.

Dihadapan awak media, dia menyapaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membelanya, termasuk masyarakat, media khususnya PWI Karawang.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pengacara Kondang Hotman Paris, Rieke  Dyah Pitaloka dan lainnya.

Dia meminta agar kasus ini semuanya dapat selesai dengan baik dan tenang. Pasalnya, masih banyak laporan mantan suami kepada dirinya di kepolisian.

"Saya minta sudahlah stop, Tuhan tidak tidur. Ini bukan kasus saya satu-satunya masih ada kasus lain yang dilaporkan terhadap saya. Sudah tolong sudahi ini sudah cukup penderitaan saya dan keluarga selama ini," kata Valencya.

Terdakwa Valencya (45) divonis bebas oleh Majelis Hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Karawang, pada Kamis (2/12/2021) siang.

Valencya yang dilaporkan oleh mantan suaminya Chan Yu Ching terkait perkara KDRT psikis.

Majelis hakim yang dipimpin oleh hakim ketua Ismail Gunawan, dengan anggota majelis hakim Selo Tantular dan Arif Nahumbang Harahap menilai Valencya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan KDRT sebagaimana dalam dakwaan jaksa.

"Terdakwa Valencya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pdiana sebagaimana dakwaan penuntut umum," demikian putusan yang dibacakan majelis hakim di PN Karawang, Kamis (2/12).

"Membebaskan terdakwa dari dakwaan penuntut umum. Memulihkan hak hak terdakwa dalam kedudukan harkat martabatnya," kata majelis hakim.

Sebelum jaksa menutut Valencya satu tahun penjara. Usai tuntutan itu Valencya menangis dan merasa tidak adil atas tuntutan itu.

Pasalnya, dia adalah korban sebenarnya KDRT psikis oleh suaminya. Dia juga memarahi suami karena suaminya itu kerap mabuk-mabukan.

Lantas, tuntutan satu tahun terhadap Valencya itu viral dan menjadi sorotan publik.

Hingga akhirnya, Jaksa Agung turun tangan dan mengambil alih perkara Valencya.

Hingga akhirnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menarik tuntutan satu tahun penjara terhadap terdakwa Valencya (45) yang marahi suaminya karena mabuk-mabukan pada sidang agenda replik JPU di Pengadilan Negeri Karawang, pada Selasa (23/11/2021).

Pernyataan penarikan tuntutan itu dibacakan langsung oleh jaksa dari Kejaksaan Agung Republik Indonesi yang menggantikan jaksa sebelumnya dari Kejaksaan Negeri Karawang dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Jaksa menarik tuntutan dari hasil koreksi dan pendalaman fakta-fakta dan barang bukti dalam kasus KDRT psikis tersebut. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved