Breaking News:

Berita Video

VIDEO : Warga Desa Lambangsari Terimbas Pembangunan Proyek Tol Becakayu

Di Desa Lambangsari terdapat sekitar 190 kepala keluarga yang kemungkinan akan terimbas proyek Tol Becakayu

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Alex Suban
Warta Kota/ Rangga Baskoro
Wilayah RT 03/03 Desa Lambangsari yang terkena proyek Tol Becakayu. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Kepala Desa Lambangsari Pipit, mengakui bahwa belum semua warga sepakat untuk menerima kompensasi dan menjual lahan mereka, apabila harus pindah akibat proyek pembangunan Tol Becakayu seksi 2B Margajaya-Tambun.

"Ada beberapa warga yang masih pikir-pikir, sebagian setuju," ujar Pipit saat dikonfirmasi, Rabu (1/12/2021).

Ia menjelaskan terdapat sekitar 190 KK yang kemungkinan akan terimbas proyek Tol Becakayu.

Sejumlah warga telah memiliki sertifikat tanah, sedangkan lainnya berdiri di atas tanah garapan di lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT).

Simak Video Berikut :

Baca juga: Terancam 6 Tahun Penjara, Alasan Jerinx SID Kembali Dibui

Baca juga: Kembali Masuk Penjara, Jerinx SID: Saya Hadapi dengan Gantleman

Baca juga: Penyanyi Internasional Ini Ikut Terpukul Bens Leo Meninggal, Sebut Bens Awet Muda dan Bak Paman

"Sebagian masyarakat ada yang sudah punya sertifikat, ada yang masih diurus setelah ada program PTSL, sebentar lagi jadi. Ada juga yang dibangun di atas PJT. Saya belum data berapa orang yang sudah disertifikat," ungkapnya.

Meski memiliki sertifikat, beberapa orang dari mereka masih enggan merelakan tanahnya dibangun proyek Tol Becakayu lantaran telah lama tinggal secara turun temurun.

Seperti anggota keluarganya yang masih berat menyerahkan rumahnya untuk dibangun proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Baca juga: Seksi dan Elegan, Anggun C Sasmi Pamer Kenakan Swimsuit Bikini dan Pemotretan di Negara Afrika

Baca juga: Waspada, Ribuan Sumur Resapan di DKI Berpotensi Jadi Sarang Nyamuk DBD

Baca juga: KSAD Pastikan Turun Tangan Jika Reuni 212 Timbulkan Kekacauan, Jenderal Dudung: Kenapa Takut?

"Keluarga saya pun ada yang tinggalnya di sana, memang cukup sedih, tapi lagi-lagi ini harus dilakukan untuk mendukung program pemerintah. Kami tidak bisa menghalangi pembangunan," tutur Pipit.

Sementara itu, Rizki (44) seorang warga mulai mencari lokasi untuk tempat tinggalnya apabila telah menyepakati besaran nilai penggantian lahan.

"Kalau saya mau cari-cari dulu lokasi rumah pengganti, karena kan nilainya juga kita belum tahu dapat berapa kalau diganti. Apalagi saya sertifikatnya ada," ucap Rizki. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved