Breaking News:

Berita Nasional

Nasib Malang Pensiunan Garuda akibat Sengkarut Jiwasraya

Syahrul meminta Menteri BUMN wajib menjelaskan kemunduran secara transparan atas penyerahan program pensiun purnabakti Garuda

Editor: Feryanto Hadi
jiwasraya.co.id
PT Asuransi Jiwasraya 

WARTAKOTALiVE.COM, JAKARTA--Forum Purna Bhakti Garuda Indonesia Korban Jiwasraya (FPGIKJ) mengaku kecewa dengan kinerja Holding BUMN perasuransian dan penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) perihal proses yang berkaitan dengan program restrukturisasi terhadap polis anuitas dana pensiun seumur hidup dari PT Asuransi Jiwasraya (Jiwasraya).

Meskipun telah mendapatkan suntikan dana dari pemerintah melalui penyertaan modal negara sebesar Rp 20 Triliun, namun belum para anggota FPGIKJ menerima hak mereka sepenuhnya.

Dewan Pimpinan FPGIKJ Syahrul Tahir menyatakan bahwa pada saat pemaparan restrukturisasi bulan Febuari 2021 disampaikan oleh Jiwasraya yang dinahkodai Menteri BUMN, bahwa mulai awal bulan Oktober 2021 program anuitas pensiunan PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda) sudah akan diserahkan kepada IFG mengingat Jiwasraya sudah tidak mempunyai kemampuan membayar polis nasabah anuitas seumur hidup, yang diamputasi.

Baca juga: Megakorupsi Jiwasraya-Asabri Bikin Jaksa Agung Pertimbangkan Tuntut Hukuman Mati kepada Koruptor

Namun pada kenyataan program anuitas ini masih dijalankan oleh Jiwasraya, bahkan hingga bulan November ini.

“Kami perhatikan dalam kasus Jiwasraya, Pemerintah sangat diskriminatif antara pensiunan TNI dengan pensiunan BUMN terdapat permasalahan manipulasi dan korupsi yang sama bahkan ASABRI nilai korupsi jauh lebih besar namun tidak menghilangkan HAK pensiun seumur hidup purnawirawan dan tetap dikelola oleh ASABRI," ujar Syahrul Tahir melalui keterangan tertulisnya, Rabu (24/11/2021).

"Bagaimana dengan pensiunan BUMN? Menteri BUMN tidak memperjuangkan HAK pensiunan BUMN dengan retorikanya Jiwasraya akan dibubarkan," imbuhnya

Baca juga: Belum Ada Titik Terang Meski Menang Gugatan, Pemegang Polis Jiwasraya Sentil Erick Thohir

Menurut Syahrul Tahir, IFG yang dikabarkan akan menerima penyerahan pada bulan November inipun masih belum terlaksana walau sudah mundur sebelumnya.

Atas hal ini, Syahrul meminta Menteri BUMN wajib menjelaskan kemunduran secara transparan atas penyerahan program pensiun purnabakti Garuda dari Jiwasraya ke IFG.

“Yang sangat mengecewakan bagi pensiunan peserta asuransi anuitas seumur hidup, kami sebagai pemegang polis pensiun merasa sangat dirugikan, karena sedianya hak kami mendapatkan dana pensiun seumur hidup, kini berubah hanya rata-rata selama 7 tahun itu pun tanpa kesepakatan dan keputusan sepihak”.

Baca juga: Pakar Hukum Ingatkan Tindakan Ilegal Jika Kejaksaan Ingin All Out Sita Aset Jiwasraya

Syahrul menambahkan, selama ini para Pensiunan, khususnya Garuda, mendapatkan transfer manfaat bulannnya di setiap tanggal 19 secara teratur, melalui bank yang dipilih.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved