Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Rest Area KM 50 Tol Japek Dibongkar Usai Penembakan 6 Anggota FPI, Pengelola: Program Lama

Lokasi penembakan yang melibatkan polisi dan anggota FPI yang sebelumnya berfungsi sebagai tempat istirahat pengendara, kini sudah tidak ada.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Yoga Trianggoro, Direktur Operasional PT Jasamarga Tollroad Operator, mengungkapkan alasan rest area KM 50 di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek, dibongkar. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Yoga Trianggoro, Direktur Operasional PT Jasamarga Tollroad Operator, mengungkapkan alasan rest area KM 50 di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek, dibongkar.

Yoga merupakan satu dari empat saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang lanjutan dugaan pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing, atas dua terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella.

Yoga mengatakan, pembongkaran rest area tersebut sudah direncanakan jauh sebelum insiden penembakan yang menewaskan 6 anggota FPI tersebut terjadi.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi II DPR: Otoritas Penentuan Jadwal Pemilu 2024 Mutlak Berada di Tangan KPU

"Jadi memang progam sudah lama, dan itu tadi seperti diceritakan Pak Aris bahwa ini (rest area) dibongkar tadi, ini sudah kita kaji dan memang direkomendasikan pembongkaran ini," kata Yoga dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2021).

Lokasi penembakan yang melibatkan polisi dan anggota FPI yang sebelumnya berfungsi sebagai tempat istirahat pengendara, kini sudah tidak ada, dan digunakan sebagai ruas jalan.

Hal itu juga dikonfirmasi langsung oleh Yoga yang bertanggung jawab atas segala sarana dan fasilitas di ruas jalan tol tersebut.

Baca juga: Dankor Brimob Bakal Dijabat Jenderal Bintang Tiga, Markas Hingga Pasukan Ditambah

Yoga mengatakan, pembongkaran rest area KM 50 itu dilakukan setelah beberapa upaya alternatif untuk membuat ruas jalan lebih lancar dari penumpukan kendaraan, tak kunjung berhasil.

"Jadi di KM 48 itu pertemuan dari Jakarta-Cikampek jalur atas dan Jakarta-Cikampek jalur bawah, itu selalu menumpuk, terjadi penumpukan arus lalu lintas baik dari atas maupun dari bawah," jelas Yoga.

Satu di antara beberapa upaya itu, kata Yoga, dengan melakukan pelebaran ruas jalan dari KM 48 - KM 49.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 18 November 2021: Suntikan Pertama 132.073.986, Dosis Kedua 86.335.923

Namun, upaya itu tetap membuat kepadatan lalu lintas di lokasi tak terhindarkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved