Berita Jakarta
Anak Buah Anies Tuntaskan Program Penataan 1000 Jamban, Warga Bisa Nyaman BAB, Sungai Jadi Bersih
Suhartono, mengatakan sebanyak 237 rumah di Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur belum dilengkapi dengan tangki septik.
WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Camat Ciracas, Mamad, mengkalim sudah berhasil menyelesaikan program Penataan 1000 Jamban yang ia rencanakan sejak Januari 2020 lalu.
Adapun program tersebut dimaksudkan untuk menghapus jamban semi permanen yang kerap kali ditemui di aliran Kali Cipinang. "Jamban di atas kali, sudah enggak ada," kata Mamad pada Rabu (17/11/2021).
Lebih lanjut, Mamad mengatakan, efek jamban semi permanen yang kerap kali digunakan warga untuk buang air besar ataupun kecil berefek pada pencemaran Kali Cipinang.
Baca juga: VIDEO : Ada 237 Rumah di Kelurahan Rambutan Buang Tinja ke Kali
Baca juga: Relawan Jokowi Kecam Fadli Zon yang Terus Berisik, Padahal Prabowo Ada di Barisan Koalisi
Adapun Kecamatan Ciracas memiliki lima kelurahan, yakni Kelurahan Cibubur, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Susukan, dan Rambutan.
Masih menurut Mamad, walau jamban di tepi kali sudah tidak ada, masih banyak rumah di Kecamatan Ciracas yang tidak memiliki tangki septik.
Akibatnya, pembuangan limbah tinja langsung menuju ke aliran Kali Cipinang. "Kalau jamban di dalam rumah tapi salurannya ke kali, itu masih banyak," sambungnya
Baca juga: Upah Buruh Cuma Naik 1 Persen, Ekonom Prediksi Pertumbuhan Konsumsi dan Daya Beli Masyarakat Loyo
Menurut Mamad, masih ada 544 keluarga yang belum memiliki akses langsung ke fasilitas tangki septik. Mayoritas rumah tersebut terletak di bantaran aliran kali.
"Dari 544, data terakhir paling banyak di Kelurahan Rambutan dan Ciracas," paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Lurah Rambutan, Suhartono, mengatakan sebanyak 237 rumah di Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur belum dilengkapi dengan tangki septik.
Akibatnya, ujar Suhartono, sejumlah rumah tersebut membuang limbah domestik dan tinja ke aliran Sungai Cipinang dan Sungai dan Sungai Sura.
Baca juga: Reklame Videotron di Pos Polisi Harmoni dan Lapangan Banteng Ternyata Tidak Kantongi IMB
"Di Kelurahan Rambutan itu ada 237 rumah yang belum ada septik tank. Itu pencemaran, orang gak sadar ya kalau itu salah," kata Suhartono saat ditemui di Kantor Kelurahan Rambutan pada Rabu (17/11/2021), siang.
Adapun 237 rumah yang belum memiliki tangki septik itu tersebar di 6 RW, yakni RW 1, RW 2, RW 3, RW 4, RW 5, dan RW 6.
"RW 1 ada 44 rumah, RW 2 ada 27 orang, RW 3 ada 14, RW 4 ada 51, RW 5 ada 47, dan RW 6 ada 54 rumah," sambung Suhartono.
Masih menurut Suhartono, mayoritas rumah yang belum memiliki tangki septik adalah warga yang tergolong mampu dalam aspek ekonomi. Rencananya, pihak Kelurahan Rambutan akan mendatangi rumah-rumah yang berada di bantaran Kali Cipinang dan Kali Sura.
Baca juga: SEDIH, Korban Kebakaran di Koja Mengais Sisa Puing, Berharap Temukan Cincin Demi Menyambung Hidup
Lebih lanjut, sebagian besar rumah yang belum memiliki tangki saptik adalah rumah sewa atau kontrakan. "Kita akan mengumpulkan orang-orang yang punya kontrakan untuk sosialisasi. Mungkin kita akan mulai dari RW 1, karena di situ banyak. Kita sudah ada pertemuan tapi progres ya belum banyak," pungkas Suhartono. (M29)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/program-1000-jamban.jpg)