Berita Video
VIDEO : Ada 237 Rumah di Kelurahan Rambutan Buang Tinja ke Kali
Rumah-rumah di Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur belum dilengkapi dengan tangki septik.
WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Sekretaris Lurah Rambutan, Suhartono, mengatakan sebanyak 237 rumah di Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur belum dilengkapi dengan tangki septik.
Akibatnya, ujar Suhartono, sejumlah rumah tersebut membuang limbah domestik dan tinja ke aliran Sungai Cipinang dan Sungai dan Sungai Sura.
Simak Video Berikut :
"Di Kelurahan Rambutan itu ada 237 rumah yang belum ada septik tank. Itu pencemaran, orang gak sadar ya kalau itu salah," kata Suhartono saat ditemui di Kantor Kelurahan Rambutan pada Rabu (17/11/2021), siang.
Adapun 237 rumah yang belum memiliki tangki septik itu tersebar di 6 RW, yakni RW 1, RW 2, RW 3, RW 4, RW 5, dan RW 6.
Baca juga: Waduh, 554 KK di Kecamatan Ciracas Tak Miliki Septik Tank, Warga Buang Tinja Langsung ke Kali
Baca juga: Ratusan Rumah Warga Tak Miliki Septik Tank, Kali Cipinang dan Kali Sura Tercemar Tinja
"RW 1 ada 44 rumah, RW 2 ada 27 orang, RW 3 ada 14, RW 4 ada 51, RW 5 ada 47, dan RW 6 ada 54 rumah," sambung Suhartono.
Masih menurut Suhartono, mayoritas rumah yang belum memiliki tangki septik adalah warga yang tergolong mampu dalam aspek ekonomi. Rencananya, pihak Kelurahan Rambutan akan mendatangi rumah-rumah yang berada di bantaran Kali Cipinang dan Kali Sura.
Lebih lanjut, sebagian besar rumah yang belum memiliki tangki saptik adalah rumah sewa atau kontrakan. "Kita akan mengumpulkan orang-orang yang punya kontrakan untuk sosialisasi. Mungkin kita akan mulai dari RW 1, karena di situ banyak. Kita sudah ada pertemuan tapi progres ya belum banyak," ujar Suhartono.
Baca juga: 2.000 Rumah di Kecamatan Johar Baru Belum Miliki Tangki Septik
Baca juga: Ribuan Rumah di Kecamatan Johar Baru Dibangun Berhimpitan dan Belum Dilengkapi Tangki Septik
Sementara itu, menurut Kapala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan Rambutan, Sarino, menyebut pihaknya akan terus mengimbau kepada para pemilik kontrakan untuk membangun tangki septik di dalam rumahnya. Hal ini ia maksud untuk mengurangi pencemaran air di aliran Kali Cipinang maupun Kali Sura.
"Kita himbau orang-orang yang punya kontrakan, karena ada yang punya 5 pintu 6 pintu gak bikin tangki septik karena di belakangnya sudah ada kali," ujar Sarino saat ditemui di Kantor Kelurahan Rambutan pada Rabu (17/11/2021), siang.
Selain 237 rumah, ujar Sarino, ada pabrik tahu yang juga membuang limbahnya langsung ke Kali Cipinang. "Ada juga pabrik tahu, karyawannya banyak 20 mereka lansung buang ke kali. Kemarin kita survei dan nyata, mereka gak punya tangki septik," sambung Sarino.
Menurut laporan Pemantauan Kualitas Lingkungan Air Sungai Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020, parameter pencemar utama yang mencemari lokasi sungai adalah bakteri koli tinja, bakteri koli, BOD, MBAS, dan COD. Hasil ini mengindikasikan dominasi cemaran berasal dari limbah domestik.
Bakteri E-Coli merupakan mikroorganisme normal yang terdapat dalam kotoran manusia, baik sehat maupun sakit. Dalam satu gram kotoran manusia terdapat sekitar seratus juta bakteri E-Coli.
Kotoran hewan atau manusia mengadung Bakteri Escherichia Coli atau E-Coli. Oleh karena itu, dikenal juga dengan istilah koli tinja. (M29)
Pemprov DKI Jakarta Targetkan Bakal Merivatilasasi Tangki Septik di 5.000 Titik Ibu Kota Pada 2022
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menyelesakan proyek revitalisasi tangki septik (septic tank).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kali-cipinang-rambutan.jpg)