Minggu, 10 Mei 2026

Pilpres 2024

Legislator PDIP: Relawan Capres Aset Elektoral yang Harus Dikelola dengan Baik

Menurutnya, berdasarkan pengalaman, kehadiran relawan dapat meningkatkan elektoral partai politik (parpol). 

Tayang:
Kompas.com/SABRINA ASRIL
Anggota DPR Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira menyoroti fenomena relawan calon presiden 2024 (capres) yang mulai bermunculan sejak dini.  

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota DPR Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira menyoroti fenomena relawan calon presiden 2024 (capres) yang mulai bermunculan sejak dini. 

Menurutnya, berdasarkan pengalaman, kehadiran relawan dapat meningkatkan elektoral partai politik (parpol). 

Hal itu ia sampaikan dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk 'Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi?' di Media Center MPR/DPR/DPD, Kamis (11/11/2021). 

Baca juga: Wacana Andika Perkasa Jabat Panglima TNI Hingga 2024, Legislator Golkar: Perlu Kajian Mendalam

"Relawan ini memang aset, kami melihat ini memang aset politik, aset elektoral yang harus di-manage dengan baik, dikelola dengan baik.

"Sehingga dengan demikian dia menjadi suatu kekuatan politik untuk memberikan dukungan pada kandidat yang akan diputuskan oleh partai," tuturnya. 

Anggota Komisi X DPR itu menjelaskan awal kehadiran relawan di Indonesia. 

Baca juga: Politisi PDIP: BUMN Terjebak Utang, Jadi Aneh Ada Menteri Tebar Video dan Foto di Layar ATM

Fenomena relawan tersebut dimulai ketika Pilkada DKI tahun 2012, yaitu pasangan Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama, melibatkan relawan dalam proses kampanye waktu itu. 

"Dalam proses perjalanan, saya kira faktor relawan itu apa, sangat menjadi faktor pendorong yang luar biasa."

"Karena kalau kita lihat dari posisi Pak Jokowi pada waktu itu dibandingkan dengan Pak Foke, Pak Jokowi jauh di bawah."

Baca juga: Propam Segera Gelar Sidang Etik Irjen Napoleon Bonaparte Usai Kasasi Ditolak MA

"Pada survei awal saya kira teman-teman masih ingat, posisi Pak Jokowi itu baru belasan, sementara Foke sudah 30-an persen."

"Sehingga faktor relawan memang kemudian mendongkrak benar."

"Kemudian benar-benar membuat politik itu menjadi meriah, meriah dalam arti tingkat partisipasinya."

"Tetapi juga ini mendorong elektabilitas dan juga pemenangan, akhirnya menjadi pemenangan untuk kandidat," paparnya.

Ini Daftar Kader yang Disiapkan PDIP untuk Pilpres 2024

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya terus melakukan kaderisasi untuk menyiapkan pemimpin bangsa dan negara.

Termasuk, untuk sosok yang bakal dicalonkan di Pilpres 2024.

"Bagi PDIP siapapun di dalam proses Pilpres 2024 itu melalui suatu persiapan melalui kaderisasi kepartaian," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Sabtu (23/10/2021).

Baca juga: Wajib Tes PCR Mulai 24 Oktober, Maskapai Wajib Sediakan 3 Baris Kursi untuk Karantina Penumpang

Hasto mengatakan, PDIP masih menyiapkan proses kaderisasi tersebut.

Mereka berasal dari kalangan pemerintahan seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas, hingga Oli Dondokambey.

Sedangkan dari internal partai ada Prananda Prabowo dan Ahmad Basarah.

Baca juga: Alasan Pemerintah Wajibkan Tes PCR untuk Penumpang Pesawat: Lebih Sensitif Jaring Kasus Positif

"Partai terus menyiapkan langkah-langkah kaderisasi bagi hadirnya pemimpin untuk bangsa dan negara."

"Termasuk di dalamnya ada Mbak Puan, ada Pak Ganjar Pranowo, dari kalangan pemerintahan ada Bu Risma, kemudian ada Pak Anas dari Banyuwangi, ada Pak Oli."

"Kalau dari jajaran internal partai yang tidak duduk di dalam pemerintahan, ada juga sosok seperti Mas Prananda Prabowo, Pak Ahmad Basarah, dan sebagainya," beber Hasto.

Baca juga: Aturan Baru Wajib Tes PCR 2 x 24 Jam, Komisioner Komnas HAM: Ruwet dan Memberatkan

Kendati terus menyiapkan kaderisasi tersebut, Hasto menyadari keputusan memilih pemimpin bagi Indonesia nantinya ada di tangan masyarakat sendiri.

"Tapi pada akhirnya rakyat yang menentukan," ucapnya.

Selalu Ada Campur Tangan yang di Atas

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden bukanlah suatu kebetulan.

Dalam Special Interview with Claudius Boekan, Jumat (17/9/2021) malam, Hasto mengatakan, hal itu merupakan bagian dari suatu proses penyiapan kaderisasi.

Bahkan secara khusus, ungkap Hasto, Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri mendampingi Jokowi sejak wali kota hingga gubernur, dan sering kali ada dialog secara intens tentang masa depan negara.

Baca juga: Bareskrim Hampir Rampungkan Berkas Perkara Muhammad Kece dan Yahya Waloni

"Dengan demikain fungsi kaderisasi kepemimpinan itu harus melekat di dalam tata kelola pemerintahan."

"Demikian juga dalam kehidupan berpartai."

"Partai terus menerus-menerus melalukan kaderisasi."

Baca juga: Pilih KSAD Atau KSAL Jadi Panglima TNI? Legislator PPP Bilang Jalan Tengah Ini Bisa Diambil Jokowi

"Tetapi terkait dengan pemimpin nasional, untuk menjadi presiden dan wakil presiden serta menteri sekalipun, keyakinan spiritual PDIP selalu ada campur tangan dari yang di atas," tuturnya.

Hasto menegaskan, suara arus bawah atau rakyat punya peran besar di PDIP dalam menentukan sosok pemimpin yang akan dicalonkan sebagai capres.

Sehingga, suara tersebut terus terakumulasi membentuk keyakinan dalam tubuh partai.

Baca juga: Masih Tahap Penyelidikan, Bareskrim Belum Niat Panggil Dua Peneliti ICW yang Dilaporkan Moeldoko

"Si A adalah seorang pemimpin, bahwa si A mempu merespons berbagai ujian-ujian sejarah dan kemudian mampu memegang tingkat komando untuk menjadi seorang presiden," terangnya.

Maka, lanjut Hasto, Megawati selalu mengingatkan menjadi presiden itu mudah.

Namun, yang sulit adalah menjadi pemimpin yang bertanggung jawab bagi bangsa kedepan.

Baca juga: Pemerintah Buka Lagi Pintu Masuk Orang Asing ke Indonesia, Wajib Divaksin Covid-19 Dosis Lengkap

Karena, harus mengambil keputusan atas nasib dari 275 juta rakyat.

"Karena itulah Ibu Megawati mempersiapkan dengan jernih, dengan berbarbagai penugasan-penugasan, ujian-ujian sejarah terkait dengan kepemimpinannya."

"Dan ketika tiba saatnya, karena kongres telah memberikan kewenangan Ibu Megawati untuk mengambil keputusan."

Baca juga: KKB Papua Bunuh Nakes, KSP: Pelanggaran HAM!

"Maka dengan melakukan kontemplasi, dengan mendengarkan suara rakyat, mempertimbangkan banyak aspek tentang kepemimpinan strategi."

"Maka Ibu Megawati nantinya memgambil keputisan siapa yang nanti dicalonkan oleh PDIP," bebernya. (Chaerul Umam)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved