Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Propam Segera Gelar Sidang Etik Irjen Napoleon Bonaparte Usai Kasasi Ditolak MA

Kasus itu kini telah berkekuatan hukum tetap alias inkracht van gewijsde, usai permohonan kasasi yang diajukan Napoleon ditolak oleh majelis hakim MA.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Propam Polri segera menggelar sidang komisi Kode Etik Profesi Polri (KEPP) terhadap mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte, yang tersangkut kasus suap red notice Djoko Tjandra. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Propam Polri segera menggelar sidang komisi Kode Etik Profesi Polri (KEPP) terhadap mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte, yang tersangkut kasus suap red notice Djoko Tjandra.

Kasus itu kini telah berkekuatan hukum tetap alias inkracht van gewijsde, usai permohonan kasasi yang diajukan Napoleon ditolak oleh majelis hakim MA.

Dia pun kini menjalani hukuman 4 tahun penjara.

Baca juga: Dasco Klaim 30 DPD Partai Gerindra Dukung Prabowo Subianto Maju di Pilpres 2024, Tinggal Dilaporkan

"Divisi Propam Polri sedang menyiapkan sidang komisi kode etik profesi terhadap saudara NB."

"Kasus Djoko Tjandra," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Namun demikian, kata Ramadhan, sanksi yang akan diterima oleh Napoleon nantinya bakal diputuskan saat sidang KEPP tersebut.

Baca juga: AHY:Jika Partai Demokrat Dianalogikan Sebagai Aset Properti, Sertifikat Sah Hanya yang Saya Kantongi

Termasuk, kemungkinan Irjen Napoleon akan mendapatkan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

"Masalah (sanksi pemecatan) itu nanti keputusan sidang."

"Enggak mungkin saya mendahului."

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 10 November 2021: 531 Pasien Sembuh, 480 Orang Positif, 14 Meninggal

"Jadi saya hanya menyampaikan akan dilaksanakan sidang kode etik."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved