Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Klaim Anggota FPI Tak Pernah Bawa Senjata, Kuasa Hukum: Yang Berbahaya di Mobil Itu Hanya Durian

Aziz mengatakan, seluruh pengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS), tidak pernah membawa senjata jenis apapun.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Aziz Yanuar, kuasa hukum keluarga 6 anggota FPI, membantah keterangan para saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan dugaan pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing, yang menewaskan 6 anggota FPI. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Aziz Yanuar, kuasa hukum keluarga 6 anggota FPI, membantah keterangan para saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan dugaan pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing, yang menewaskan 6 anggota FPI.

Beberapa saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) mengaku melihat beberapa senjata tajam dan senjata api, di dalam mobil Chevrolet Spin milik anggota FPI.

Aziz mengatakan, seluruh pengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS), tidak pernah membawa senjata jenis apapun.

Baca juga: Status Bebas Zona Merah Covid-19 di Indonesia Masih Bertahan, Oranye Juga Nihil, Kuning Ada 504

"Pengawal HRS tidak pernah membawa senjata, baik api maupun tajam," kata Aziz kepada Tribunnews, Rabu (27/10/2021).

Hal itu bisa dibuktikan, kata Aziz, sesuai komunikasi yang dijalin oleh para anggota FPI melalui voice note WhatsApp, sebelum peristiwa itu terjadi.

"Ini dapat didengar dari voice WA komunikasi mereka sebelum terjadi peristiwa itu."

Baca juga: Tak Cuma Pesawat, Pemerintah Juga Bakal Wajibkan Tes PCR untuk Penumpang Moda Transportasi Lain

"Jika ada senjata, maka naluri manusia pasti akan digunakan dan terdengar di voice-voice itu," bebernya.

Saat peristiwa pembuntutan itu dilakukan oleh Polda Metro Jaya, kata Aziz, seluruh rombongan Rizieq Shihab tidak mengetahui yang melakukan itu polisi.

Mereka menganggap para penguntit itu adalah penjahat yang memang dengan sengaja membuntuti rombongan Rizieq Shihab.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi 10, Terbanyak di Bengkulu

"Perlu dicatat, waktu itu seluruh manusia yang terlibat di peristiwa itu, di pihak HRS, tidak ada yang tahu yang menguntit dan provokasi itu."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved