Jumat, 17 April 2026

Pilpres 2024

Waketum PPP: Sudah Punya Partai, Suharso Monoarfa Tak Perlu Bikin Relawan dan Deklarasi

Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, dalam era demokrasi, ekspresi menunjukkan dukungan terhadap tokoh tertentu diperbolehkan. 

ISTIMEWA
PPP menyiapkan ketua umum Suharso Monoarfa menjadi calon wakil presiden dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024. 

Sebab, untuk meningkatkan kekuatan seorang calon presiden (capres), juga dibutuhkan cawapres yang memiliki elektabilitas tinggi.

"Jadi nanti kelihatannya capresnya tak akan mau terhadap Suharso," ulas Ujang.

Namun di balik itu, Ujang melihat wajar jika para ketua umum partai didorong untuk berkontestasi dalam pemilu.

Baca juga: Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera: Anies Baswedan Pilihan Tepat Bagi Rakyat Indonesia

Sebab, hal itu akan memberikan dampak kepada kenaikan suara partai.

"Karena agar partainya punya efek ekor jas dalam pemilu."

"Jika ketumnya nyapres, maka partainya terkerek pemberitaannya," papar Ujang.

Bersatu

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) I, Jumat (12/3/2021).

Dalam rapat tersebut, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa memberikan pidato politiknya.

Ada pemandangan menarik saat Suharso memanggil Djan Faridz naik ke mimbar.

Baca juga: Moeldoko Bakal Diusung Jadi Capres 2024? Jhoni Allen: Kalau ke Bandung Harus Mampir ke Bogor Dulu

Suharso memanggilnya dengan sebutan kawan lama.

Djan sempat berada di kubu seberang, yakni PPP Muktamar Jakarta, dan menjabat sebagai ketum.

Kini, Djan menjabat anggota Majelis Kehormatan PPP di bawah Ketum Suharso.

Baca juga: Gatot Nurmantyo Mengaku Pernah Diajak Kudeta AHY, Jhoni Allen: Jangan Asbun, Beda Integritas

Djan Faridz pun menyambut hangat penghormatan dari pucuk pimpinan partai berlambang kakbah tersebut.

"Puji syukur ke hadirat Allah SWT, sahabat tercinta saya menjadi Ketum PPP."

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved