Selasa, 14 April 2026

Pilpres 2024

Waketum PPP: Sudah Punya Partai, Suharso Monoarfa Tak Perlu Bikin Relawan dan Deklarasi

Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, dalam era demokrasi, ekspresi menunjukkan dukungan terhadap tokoh tertentu diperbolehkan. 

ISTIMEWA
PPP menyiapkan ketua umum Suharso Monoarfa menjadi calon wakil presiden dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024. 

"Satu poros PDIP, satu poros Golkar, dan satu lagi poros lainnya."

Baca juga: Komunikasi Risiko Pemerintah Dinilai Buruk, Saat Covid-19 Melonjak Banyak Masyarakat Tak Percaya

"Di poros yang lain itu, itu tergantung PPP juga, apakah PPP tertarik dengan poros ketiga, misalkan Nasdem, PAN, PPP itu sudah 21 persen."

"Itu memang memungkinkan, tetapi kita tak membicarakan jauh ke sana," ujar anggota Komisi VI DPR itu.

Pria yang akrab disapa Awiek itu menyatakan, PPP sebagai partai religius bakal melengkapi partai-partai nasionalis yang memiliki suara besar.

Baca juga: DAFTAR Negara Tanpa Korban Wafat Akibat Covid-19 per 20 Oktober 2021, Mayoritas Negeri Kepulauan

Katanya, PPP terbuka peluang berkoalisi dengan Golkar atau Gerindra untuk melengkapi sisi partai religius.

"Bahkan, kehadiran PPP sebagai salah satu partai partai identitas yang berasas Islam, dibutuhkan kehadirannya di situ," paparnya.

Realitas politik membuat PPP mesti realistis menghadapi Pilpres 2024.

Baca juga: Empat Kadernya Diciduk karena Terlibat Korupsi, Golkar Bakal Lebih Intensif Lakukan Pencegahan

Namun, PPP tetap bisa mengajukan Suharso Monoarfa sebagai cawapres di Pilpres 2024.

"Kami apresiasi kepada Partai Golkar yang mendeklarasikan Pak Airlangga sebagai capres, karena beliau punya kekuatan."

"Kalau partai kami, Ketua Umum PPP (Suharso Monoarfa) mendeklarasikan sebagai capres, kenapa tidak ngukur baju?"

"Kalau kemudian Ketum PPP mendeklarasikan sebagai cawapres saya kira bajunya pas," bebernya.

Berat

Ujang Komaruddin, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review menilai, peluang Suharso menjadi cawapres akan berat.

"Saya melihat peluang Suharso berat, karena elektabiltasnya tak ada," kata Ujang saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (16/10/2021).

Ujang mengatakan, bertarung sebagai cawapres juga harus bermodalkan elektabilitas yang bagus.

Baca juga: Pasang Target Ambisius di Pemilu 2024, Golkar Dinilai Sanggup Memenuhinya Asal Penuhi Dua Syarat Ini

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved