Breaking News:

Virus Corona

Komunikasi Risiko Pemerintah Dinilai Buruk, Saat Covid-19 Melonjak Banyak Masyarakat Tak Percaya

Tidak adanya komunikasi risiko secara baik, membuat masyarakat tidak percaya dengan bahaya Covid-19.

Editor: Yaspen Martinus
Tangkap Layar Laman Resmi laporcovid19.org
LaporCovid-19 menilai komunikasi risiko yang seharusnya diinformasikan oleh pemerintah di masa pandemi, cenderung bermasalah. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - LaporCovid-19 menilai komunikasi risiko yang seharusnya diinformasikan oleh pemerintah di masa pandemi, cenderung bermasalah.

Tidak adanya komunikasi risiko secara baik, membuat masyarakat tidak percaya dengan bahaya Covid-19.

Sehingga, masyarakat dapat membahayakan dirinya dan orang lain.

Baca juga: Berkas Perkara Muhammad Kece Belum Lengkap, Jaksa Berikan Petunjuk kepada Penyidik

Hal ini diungkapkan oleh Co- Lead Koalisi Warga untuk LaporCovid-19 Ahmad Arif.

Ia menuturkan, kurangnya komunikasi risiko dari Covid-19 ini menyebabkan sebagian orang lalai selama lonjakan kasus.

"Bahkan saat terjadi lonjakan kasus, ada yang tidak percaya," ungkapnya pada acara SMERU Research Institute secara virtual, Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Terima Berkas Perkara Penganiayaan M Kece oleh Irjen Napoleon, Jaksa Butuh 7 Hari untuk Meneliti

Persoalan komunikasi risiko, menurut Arif, membuat bias.

Pemerintah berusaha menenangkan masyarakat dengan narasi Covid-19 seperti saat ini, menurut Arif di satu sisi ada benarnya juga.

Masyarakat menjadi tidak takut dan panik sehingga tidak menambah dampak parah.

Baca juga: Ciduk Kader Partai Golkar Lagi, KPK: Kami Tidak Berpolitik, Ini Murni Kasus Hukum

Tapi kata Arif, di satu sisi malah membawa masyarakat ke arah toxic positivity.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved