Berita Nasional
KAI Gandeng Huawei dan SURGE, Perkuat Layanan Berbasis 5G
KAI teken kerja sama teknologi untuk tingkatkan keselamatan, operasional, dan layanan digital.
Ringkasan Berita:
- KAI menandatangani MoU dengan SURGE dan Huawei untuk memperkuat transportasi berbasis teknologi, termasuk pengembangan jaringan 5G, layanan internet di kereta, dan stasiun pintar berbasis AI.
- Langkah ini bertujuan meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, serta kenyamanan pelanggan.
- Transformasi digital ini juga seiring meningkatnya jumlah penumpang KAI pada awal 2026.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perkuat transportasi berbasis teknologi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) dan Huawei di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (15/4/2026).
Penguatan tersebut difokuskan pada tiga aspek utama.
Pertama, pengembangan jaringan pendukung fasilitas operasi kereta api (fasopka) yang lebih andal, terintegrasi, dan berbasis pita lebar (5G), sehingga komunikasi dan pengendalian perjalanan kereta menjadi lebih cepat dan presisi.
Kedua, peningkatan layanan pelanggan melalui hadirnya internet cepat dan video streaming di dalam kereta.
Layanan ini memberi kenyamanan tambahan bagi pelanggan untuk tetap terhubung selama perjalanan.
Ketiga, pengembangan stasiun menuju konsep smart dan intelligent railway station berbasis Artificial Intelligence (AI), yang mendukung pengelolaan operasional lebih efisien serta peningkatan kualitas layanan secara real time.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis KAI dalam membangun sistem perkeretaapian yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi digital.
Baca juga: Pengembangan Stasiun Bogor Dimulai, Peron 6-8 Ditutup
“Kolaborasi ini kami arahkan untuk memperkuat keselamatan, meningkatkan kinerja operasional, dan menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi pelanggan," ungkap Bobby dalam siaran tertulis pada Rabu (15/4/2026).
"Dengan pemanfaatan 5G dan AI, KAI mempercepat respon operasional, memperkuat sistem komunikasi, serta membuka ruang layanan digital di dalam perjalanan. Ini menjadi langkah penting dalam mendorong KAI menuju operator perkeretaapian berkelas dunia yang andal dan terintegrasi,” jelasnya.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal dari transformasi konkret yang tengah dijalankan KAI.
Melalui adopsi teknologi Future Railway Mobile Communication System (FRMCS) dan Artificial Intelligence (AI), KAI mulai beralih dari sistem komunikasi konvensional menuju ekosistem digital yang lebih terintegrasi.
Transformasi ini diarahkan untuk memperkuat keselamatan operasional melalui sistem komunikasi yang lebih cepat dan responsif, meningkatkan kinerja perjalanan kereta api, serta menghadirkan layanan yang lebih modern bagi pelanggan.
Integrasi teknologi juga membuka peluang hadirnya layanan digital di dalam perjalanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Langkah ini menandai pergeseran KAI menuju sistem perkeretaapian berbasis data dan teknologi, yang menghubungkan operasional, layanan, dan pengalaman pelanggan dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan, meningkat 9,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 116.451.006 pelanggan.
| Aksi Ricuh Dinilai Ditunggangi Provokator, Warga Diminta Waspada |
|
|---|
| CMNP Yakin Menang Gugatan Rp 119 Triliun Lawan Bos Media |
|
|---|
| Bertemu Menteri Energi Rusia, Bahlil Amankan Peluang Pasokan Crude dan LPG |
|
|---|
| Bertemu Macron, Prabowo Bahas Alutsista hingga Transisi Energi di Paris |
|
|---|
| Momen Wamenhaj “Ngotot” Minta Tambahan Biaya Pesawat Haji Rp 1,7 triliun dari APBN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KOLABORASI-Direktur-Utama-KAI-Bobby-Rasyidin-MoU-PT-KAI-bersama-SURGE-dan-Huawei.jpg)