Jumat, 8 Mei 2026

Erupsi Gunung Semeru

Semeru Erupsi 5 Kali Pagi Ini, Warga Diminta Waspada Banjir Lahar dan Guguran Lava

Semeru Erupsi 5 Kali Pagi Ini, Warga Diminta Waspada Banjir Lahar dan Guguran Lava

Tayang:
KOMPAS.COM/ANGGARA WIKAN PRASETYA - KOMPAS
SEMERU ERUPSI - Aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat.  Dalam kurun waktu sembilan jam sejak Kamis (16/4/2026) dini hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami lima kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.200 meter di atas puncak. 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Semeru erupsi 5 kali dalam 9 jam, kolom abu capai 1.200 meter.
  • Status masih Siaga, potensi hujan abu dan banjir lahar meningkat.
  • Warga diminta menjauhi Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari puncak.

WARTAKOTALIVE.COM -- Aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat. 

Dalam kurun waktu sembilan jam sejak Kamis (16/4/2026) dini hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami lima kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.200 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, salah satu letusan terbesar terjadi pada pukul 06.21 WIB.

Baca juga: Gunung Semeru Kembali Meletus, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan hingga 17 Km

Kolom abu teramati membumbung tinggi dengan intensitas sedang hingga tebal, mengarah mengikuti arah angin.

Meski aktivitas vulkanik cukup intens, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang belum menerima laporan adanya korban maupun kerusakan.

Namun, potensi dampak tidak bisa diabaikan.

Kepala BPBD Lumajang, Insugroho, mengungkapkan bahwa arah angin yang bergerak ke timur membuka kemungkinan terjadinya hujan abu di wilayah Kecamatan Pasrujambe dan sekitarnya.

“Laporan dampak sementara nihil, tapi melihat arah angin ke timur, hujan abu kemungkinan terjadi di wilayah Pasrujambe,” ujarnya.

Status Siaga, Risiko Lahar Mengintai

Saat ini, status Gunung Semeru masih berada di Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan adanya aktivitas vulkanik tinggi yang berpotensi memicu bahaya lanjutan, terutama saat cuaca ekstrem.

Material vulkanik yang terus menumpuk di lereng gunung menjadi ancaman serius jika hujan deras turun.

Kondisi ini dapat memicu banjir lahar yang membawa batu, pasir, dan abu vulkanik ke wilayah hilir.

“Jumlah letusan masih tinggi. Ini berpotensi memicu banjir lahar jika terjadi hujan deras,” tegas Insugroho.

Baca juga: Galang Solidaritas untuk Korban Erupsi Semeru dan Banjir Sumatera UI Buka Kanal Donasi

Zona Bahaya Diperketat

Pemerintah mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved