Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Sesalkan Penembakan 6 Anggota FPI, Kuasa Hukum Terdakwa: Andai Rizieq Shihab Kooperatif

Henry mengatakan, dakwaan yang dibacakan oleh jaksa telah disusun secara lengkap dan cermat.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Dua polisi terdakwa dugaan pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing terhadap 6 anggota Front Pembela Islam (FPI), tak mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dua polisi terdakwa dugaan pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing terhadap 6 anggota Front Pembela Islam (FPI), tak mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU).

Hal itu disampaikan Henry Yosodiningrat selaku tim kuasa hukum kedua terdakwa, dalam sidang perdana yang berlangsung di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (18/10/2021).

Henry mengatakan, dakwaan yang dibacakan oleh jaksa telah disusun secara lengkap dan cermat.

Bahkan, kata dia, jaksa telah membacakan dakwaan yang bisa dijadikan dasar bagi majelis hakim untuk memeriksa dan memutuskan perkara ini.

"Oleh karenanya, secara tegas kami nyatakan jika tim penasihat hukum terdakwa tidak mengajukan eksepsi atau keberatan," kata Henry di persidangan.

Dalam sidang perdana itu, Henry turut menyampaikan catatan penting yang kemudian membuat peristiwa itu terjadi.

Dirinya fokuskan pada eks pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab (MRS), yang tak memenuhi panggilan penyelidik Polda Metro Jaya, dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan yang menjeratnya.

Selang beberapa hari dari panggilan tersebut, Polda Metro Jaya, kata Henry, mendapat informasi akan adanya massa pendukung Rizieq yang melakukan aksi 'putihkan' dan menggeruduk Mapolda Metro Jaya pada 7 Desember 2020, untuk melakukan tindakan anarkis.

Penjelasan itu diutarakan Henry, merujuk pada surat dakwaan yang dilayangkan jaksa dalam persidangan.

Mendapati informasi tersebut, terdakwa Fikri Ramadhan dan M Yusmin Ohorella serta terdakwa Ipda Elwira Priadi Z (almarhum), diberikan mandat atau penugasan untuk melakukan pemantauan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved