Hukum

Apa Itu Dominus Litis? Ahli Hukum Pidana Apresiasi Kejaksaan RI Berhasil Terapkan Asas Ini

Hibnu Nugrogo mengatakan, asas dominus litis itu pengendali perkara. Jadi, jaksa itu dapat bercermin ini perkara diteruskan atau tidak

YouTube Kejaksaan RI
Ahli hukum pidana Hibnu Nugoroho dalam acara Bincang Tokoh Santai di kanal YouTube Kejaksaan RI, Jumat (8/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Apa itu dominus litis? Secara etimologi, asas dominus litis berasal dari bahasa Latin, dominus yang berarti “pemilik” dan litis yang berarti “perkara”.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa asas dominus litis merupakan pemilik atau pengendali perkara.

Penerapan asas dominus litis dalam kasus penegakan hukum memberikan konsekuensi bahwa pengendalian kebijakan penuntutan di suatu negara harus dilakukan di bawah satu tangan, yakni Jaksa Agung selaku penuntut umum tertinggi.

Penjelasan itu disampaikan oleh Hibnu Nugroho, ahli hukum pidana yang juga Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.

Hibnu Nugrogo memaparkan tentang dominus litis dalam Bincang Tokoh Santai yang diunggah dalam kanal YouTube Kejaksaan RI, Kamis (7/10/2021).

Dalam kesempatan itu Hibnu Nugrogo mengapresiasi keberhasilan Kejaksaan dalam menangani kasus tindak hukum dengan menerapkan asas dominus litis.

Baca juga: Pakar Hukum Ingatkan Tindakan Ilegal Jika Kejaksaan Ingin All Out Sita Aset Jiwasraya

Baca juga: Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Terus Dukung Penyelenggaraan Program JKN-KIS

“Kejaksaan menunjukkan progress yang bagus. Penanganannya betul-betul profesional, menekankan asas dominus litis. Asas dominus litis itu pengendali perkara. Jadi, jaksa itu dapat bercermin ini perkara diteruskan atau tidak,” jelas Hibnu.

Dia juga mengapresiasi penanganan-penanganan kasus korupsi di Indonesia yang terlihat semakin meningkat.

Peningkatan itu dianggap menjadi cerminan bahwa Kejaksaan Republik Indonesia telah berhasil memajukan kinerja dengan kemampuan dan integritasnya.

Di sisi lain, Hibnu Nugroho juga menjelaskan harapannya untuk Kejaksaan RI.

Baca juga: Terkait Kasus Asabri, Perusahaan Asing Gugat Kejaksaan Agung

Dia mengharapkan Kejaksaan sebagai aparat penegak hukum dapat mencerminkan keadilan yang diinginkan oleh masyarakat, yaitu tidak tebang pilih.

Menurutnya, tebang pilih yang dikhawatirkan adalah ketika Kejaksaan lebih berpihak pada pihak yang dianggap lebih kuat.

“Yang dikhawatirkan itu tebang pilih, tumpul ke atas, tajam ke bawah,” jelas Hibnu.

Selain itu, Hibnu Nugroho juga berharap Kejaksaan tidak mencari-cari kesalahan dalam menegakkan hukum.

Baca juga: Survei Nasional SMRC: Tingkat Kepercayaan Publik Rendah, Nilai Kinerja Kejaksaan Semakin Buruk

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved