Trending Topic

Eka Kurniawan dan Cantik itu Luka Trending Hanya karena Kutipan tentang Pelacur, Begini Polemiknya

Penulis Novel berkelas sastra Eka Kurniawan trending plus karya yang diperbincangkannya Novel Cantik itu Luka. Bahkan tokoh dalam novel itu, Dewi Ayu

Penulis: Wito Karyono | Editor: Wito Karyono
twitter
Eka Kurniawan, Novel yang dibuatnya Cantik Itu Luka dan tokoh utama novel tersebut yakni Dewi Ayu trending. Mereka trending hanya karena kutipan salah satu netizen tentang pelacur yang ada dalam buku tersebut. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Penulis Novel berkelas sastra Eka Kurniawan trending plus karya yang diperbincangkannya Novel Cantik itu Luka.

Bahkan tokoh utama dalam novel itu, Dewi Ayu ikutan trending.

Selain itu nama-nama tenar ikut mengomentari polemik karya Eka Kurniawan yang menjadi trending hanya karena diambil kutipannya, bukan karya secara keseluruhannya.

Baca juga: Ramai Ditanyakan, Kenapa Buku Kumcer Eka Kurniawan Jadi Barang Bukti Polisi dalam Kasus Anarko?

Baca juga: Buku Indonesia Menuju 2045 Diluncurkan di Lemhanas

Trendingnya Eka Kurniawan dan karyanya bermula dari cuitan netizen dengan nama RM @rm_bgsr.

Ia menulis begini: “Yg nama nya eka kurniawan FIX GOSAH LU TEMENIN sp yg tau doi bacok aj ato geprek otaknya. Bisa2 cok merepresentasikk wanita sbg pelacur dan memakai kata “semua perempuan pelacur” Dia keturunan lonte ibuknya neneknya mbaknya, adek cwenya, sodara2 cwe nya lonte semua bangsat!”

Hingga berita ini diturunkan, cuitan tersebut telah diretweet 348 kali disukai 1.435 orang dan dibagikan dengan tweet kutipan sebanyak 3.971 kali.

Nah Eka Kurniawan, sang penulis melalui akunnya, @gnolbo menjawab bahaya baca buku, atau bahaya tidak membaca buku?

Jawaban Eka Kurniawan memperoleh respon lebih banyak yakni 3.458 kali diretweet 373 kali tweet Kutipan dan disukai 11.000 orang.

Nah didinding @rm_bgsr.ikut berkomentar tokoh pupuler di dunia twitter seperti @handokotjung yang memiliki 621.000 follower.

Baca juga: DKI Jadi Percontohan Nasional Karena Mampu Tekan Kasus Covid-19 Turun 78 Kali Lipat

“Membalas  @rm_bgsr Yang namanya Daenerys Targaryen jangan ditemenin, siapa yang tau doi bacok atau geprek otaknya. Bisa-bisanya cok dia bilang “all men must die.” Lah dia keturunan naga, bapaknya gila, abangnya gila, satu kota dibakar semua bangsat.”

Juga @FiersaBesari yang memiliki 9,4 juta follower.

·“Membalas @rm_bgsr Di sinilah pentingnya mengetahui konteks, juga betapa membaca buku setengah-setengah lebih berbahaya dari tidak membaca buku”

Tentang Cantik itu Luka

Cantik itu Luka merupakan novel pertama karya penulis Indonesia, Eka Kurniawan.

Pertama kali diterbitkan tahun 2002 atas kerjasama Akademi Kebudayaan Yogyakarta dan Penerbit Jendela.

Edisi kedua dan seterusnya, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama sejak tahun 2004.

Novel ini pernah masuk daftar panjang Khatulistiwa Literary Award tahun 2003.

Pada tahun 2006, terbit edisi bahasa asing pertama atas usaha Ribeka Ota yang menerjemahkannya ke dalam bahasa Jepang.

Baca juga: Perpusnas Jalin Kerja Sama dengan Pemkab dan 10 Perguruan Tinggi di Sumbawa

Kisah singkatnya, di akhir masa kolonial, seorang perempuan dipaksa menjadi pelacur.

Kehidupan itu terus dijalaninya hingga ia memiliki tiga anak gadis yang kesemuanya cantik.

Ketika mengandung anaknya yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa.

Itulah yang terjadi, meskipun secara ironik ia memberinya nama si Cantik.

Ada pun ulasan dalam majalah HORISON, edisi Maret 2003 seperti ini.

"Inilah sebuah novel berkelas dunia! Membaca novel karya pengarang Indonesia kelahiran 1975 dan alumnus Filsafat UGM ini, kita akan merasakan kenikmatan yang sama dengan nikmatnya membaca novel-novel kanon dalam kesusastraan Eropa dan Amerika Latin.

Baca juga: Tingkatkan Indeks Literasi, Perpusnas Kerja Sama dengan Pemkab dan 10 Perguruan Tinggi di Sumbawa

Kecakapan Eka mengisahkan kejatuhan sebuah keluarga incest dengan titik pusat pengisahan pada tokoh Dewi Ayu (lahir dari ayah Belanda dan ibu Nyai) dalam gaya berkisah yang dengan enteng mencampuradukkan realisme dan surealisme, mengawinkan kepercayaan-kepercayaan lokal dengan silogisme filsafat yang membobol semua tabu, dan memberikan hormat yang sama pada realitas sejarah dan mitos, merupakan pencapaian luar biasa mengingat novel ini merupakan novel pertamanya.

Di akhir masa kolonial sebuah Suratan yang aneh memaksa Dewi Ayu, seorang perempuan elok, memasuki kehidupan yang tak pernah dia bayangkan: menjadi pelacur.

Kehidupan sebagai pelacur terus dijalaninya sampai ia memiliki tiga anak gadis yang cantik.

Ketika ia mengandung anaknya keempat ia berharap anaknya buruk rupa. Itulah yang terjadi. Si buruk rupa itu ia beri nama si Cantik.

Sebagaimana layaknya novel-novel kuat, tokoh-tokoh dalam novel ini perkembangan karakter dan fase hidupnya dikawal dengan teliti dari awal hingga akhir sehingga kemungkinan terjadinya desepsi dan akronisme peluangnya tertutup sama sekali."

Baca juga: Jadi Tersangka Penganiayaan Kasman alias M Kece, Irjen Napoelon Terima Risiko demi Bela Akidahnya

Berikut Cuitan Netizen Terkait Eka Kurniawan

@mojokdotco: Ribut-ribut soal bukunya Eka Kurniawan sore ini mungkin bisa jadi contoh nyata dari fenomena minat baca rendah tapi minat mengutip tinggi. #Terbaru #Kilas

@PsychholixX_94r: Eka Kurniawan akan sedikit berterimakasih pada Salah satu arek Suroboyo ini , karena ia telah membantu ngegrow up Buku Cantik Itu Luka Hati berkilau

@feelmyhead_:Membalas  @rm_bgsr Lah emang gaya tulisan mas eka kurniawan kaya gitu mas, frontal, itu karya sastra jdi jangan disambungin sama dunia nyata ga bakal bisa relate yang ada kaya mas nanti ngamuk2 wkwkWajah dengan air mata bahagia saya aja pas baca cantik itu luka cuma bisa bengong tapi bagus buku2 beliau

@ercsty: Hah gimana? Eka Kurniawan juga ga mau temenan sama ente.  Kalo ga pernah baca buku paling ga tau lah siapa penulis, judul buku, atau riset dulu, biar ga malu 7 turunan

@rika_dwifanaf: Fix mesti cari .. "Eka kurniawan"

@robi_a_p: ANJIR KAGET salah satu author favorit, Eka Kurniawan, Trending karena kegoblokan orang yang ngambil quote dalam novel "Cantik Itu Luka", nelen mentah2 terus nge tweet tanpa baca itu novel dulu !  bukti minat baca di kita kurang yah  muncul orang goblok kek gini.

Baca juga: Cedera Usai Berolahraga Jangan Dianggap Sepele, Tangani Secara Tepat Agar Tak Sulit Beraktivitas

@otwkaya_2022: Ini tuh karya fiksi, gak ada hubungannya sama setuju atau gak sama isinya. Ini pure seni, gk ada hak suara buat setuju atau gak, membenarkan atau menyalahkan. Yaa Allah... Gimana jelasinnya

@MK_DJUNG: Astaghfirullah.. Eka Kurniawan the best good author yang overall tulisan dia bagus. Contoh nyata kalau Indonesia tuh orang-orangnya menggunakan budaya dengan bukan budaya membaca. mengkritik aja nggak ada landasan dan cuma disertakan 1/2 lain paragraf yang mendukung asumsinya

Profil Eka Kurniawan

Eka Kurniawan (lahir 28 November 1975). Ia adalah seorang penulis asal Indonesia. Eka menamatkan pendidikan tinggi dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Eka Kurniawan terpilih sebagai salah satu "Global Thinkers of 2015" dari jurnal Foreign Policy

Pada tahun 2016, ia menjadi penulis Indonesia pertama yang dinominasikan untuk Man Booker International Prize.

Skripsinya diterbitkan dengan judul Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis (diterbitkan pertama kali oleh Yayasan Aksara Indonesia, 1999; diterbitkan kedua kali oleh Penerbit Jendela, 2002; dan diterbitkan ketiga kali oleh Gramedia Pustaka Utama, 2006).

Karya fiksi pertamanya, sebuah kumpulan cerita pendek, diterbitkan setahun kemudian: Corat-coret di Toilet (Aksara Indonesia, 2000).

Debut novel pertamanya meraih banyak perhatian dari pembaca sastra Indonesia, Cantik itu Luka (terbit pertama kali oleh Penerbit Jendela, 2002; terbit kembali oleh Gramedia Pustaka Utama, 2004; diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Ribeka Ota dan diterbitkan oleh Shinpu-sha, 2006; dialihbahasakan oleh Annie Tucker (New Directions Publishing, 2015).

Disusul kemudian oleh novel kedua, Lelaki Harimau (Gramedia Pustaka Utama, 2004) dialihbahasakan oleh Labodalih Sembiring dengan judul Man Tiger (Verso Books, 1 Oktober 2015).

Baca juga: Cedera Usai Berolahraga Jangan Dianggap Sepele, Tangani Secara Tepat Agar Tak Sulit Beraktivitas

Pada tahun 2016, Man Tiger terpilih masuk nominasi panjang penghargaan The Man Booker International Prize Diarsipkan 2016-03-10 di Wayback Machine. 2016.

Karyanya yang lain adalah dua jilid kumpulan cerita pendek Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya (Gramedia Pustaka Utama, 2005), dan Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya (Gramedia Pustaka Utama, 2005; di dalamnya termasuk kumpulan cerita pendek Corat-coret di Toilet).

Beberapa cerita pendeknya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Swedia.

Pada tahun 2014 Eka kembali mengeluarkan novel yang berjudul Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, dan di awal tahun 2015, buku kumpulan cerpennya yang berjudul Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi dirilis.

Kini ia tinggal di Jakarta bersama istrinya, penulis Ratih Kumala, dan seorang anak perempuannya.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved