Breaking News:

Berita Nasional

Gugatan Dikabulkan, Rektor UIN Jakarta Diminta Pulihkan Nama Baik serta Jabatan Prof Andi-Prof Masri

Gugatan PTUN Serang Dikabulkan, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Diminta Pulihkan Nama Baik & Pulihkan Jabatan Prof Andi-Prof Masri

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta), Ciputat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang mengabulkan seluruhnya gugatan Prof Dr Andi Faisal Bakti dan Prof Dr Masri Mansoer terhadap Rektor Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Amany Lubis.

Dalam putusan tersebut, Prof Dr Amany Lubis diminta untuk mencabut SK Pemberhentian sekaligus merehabilitasi nama baik serta memulihkan kedudukan keduanya sebagai Wakil Rektor UIN Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Kuasa Hukum kedua mantan Wakil Rektor UIN Jakarta, Mujahid A Latif, SH, MH.

Dipaparkannya, putusan yang dibacakan dalam sidang online pada sistem e-court Mahkamah Agung tanggal 21 September 2021 tersebut terkait dengan perkara pemberhentian Prof Andi dan Prof Masri dari jabatannya sebagai Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Diketahui, Prof Dr Amany melalui Surat Keputusan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor 167 dan 168 Tahun 2021 yang ditandatangani tanggal 18 Februari 2021 tentang pemberhentian keduanya dari Jabatan Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2019-2023.

Majelis Hakim PTUN Serang dalam Putusannya Nomor 31/G/2021/PTUN.SRG dan Nomor 32/G/2021/PTUN.SRG menyatakan batal atau tidak sah masing-masing Surat Keputusan pemberhentian tersebut.

Baca juga: Ria Ricis Bahagia hingga Menangis Saat Terima Lamaran Teuku Ryan, Selangkah Lagi Akan Segera Menikah

Baca juga: Legislator PSI Pertanyakan Pempreov DKI Tak Segera Tagih Uang Pengembalian Pada Kasus Munjul

Selain itu, memerintahkan kepada Prof. Amany selaku Tergugat untuk mencabutnya.

Selanjutnya, Tergugat juga diwajibkan untuk merehabilitasi nama baik dan memulihkan kedudukan Penggugat sebagai Wakil Rektor.

"Bahwa dengan dibatalkannya Surat Keputusan pemberhentian Prof. Andi dan Prof. Masri dari jabatannya sebagai Wakil Rektor, maka SK pemberhentian tersebut tidak lagi memiliki akibat hukum dan tidak ada pilihan lain bagi Rektor selain mencabutnya," jelasnya Mujahid pada Kamis (23/9/2021).

Menurut Mujahid dikabulkannya gugatan tersebut karena pihaknya berhasil membuktikan sejumlah dalil dalam gugatannya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved