Berita Jakarta

Anies Baswedan Siapkan Sistem Agar Pelanggar Prokes Ditolak Pergi ke Mana Pun

Langkah tersebut dilakukan guna mencegah terulangnya pelanggaran seperti yang dilakukan oleh Holywings beberapa waktu lalu

WARTA KOTA/MUHAMAD FAJAR RIYANDANU
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR -- Gubenur Anies Baswedan mengatakan saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang menyiapkan teknologi scanning terhadap semua orang yang berada di tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Lanjutnya, kata Anies, teknologi tersebut akan memasukkan orang-orang yang berada di lokasi yang melanggar protokol kesehatan ke dalam daftar blacklist sehingga tidak bisa pergi ke manapun.

"Jadi sekarang sedang disiapkan teknologinya. Kalau Anda pergi akan ditolak karena melakukan pelanggaran. Akan diblok dan tidak bisa pergi ke mana pun selama waktu tertentu. Saat ini, sanksi baru ke pengelola, nanti pengunjung akan dikenakan sanksi juga," ucap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Sosok Haji Lulung, Seteru Besar Ahok yang Pilih Hengkang usai PAN Merapat ke Pemerintah

Kata Anies, teknologi tersebut akan melakukan blokir terhadap pelaku pelanggaran protokol kesehatan, sehingga ke depan yang akan dikenakan sanksi bukan hanya pengelola tempat usaha.

Tetapi, semua orang yang berada di lokasi.

Adanya pembuatan teknologi tersebut, merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI dalam menindak lebih tegas tempat-tempat usaha yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

Baca juga: Duel Berdarah Pasutri Akibat Tuduhan Selingkuh, Istri Berhasil Rebut Parang dan Tewaskan Sang Suami

Kendati demikian, hal tersebut dilakukan guna mencegah terulangnya pelanggaran seperti yang dilakukan oleh Holywings beberapa waktu lalu.

Minta warga tetap waspada

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memerpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 selama 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal 7 hingga 13 September 2021.

Dikehatui, kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1072 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Corona Virus Disease 2019 serta tindak lanjut dari pelaksanaan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

"Kita semua pasti sudah bosan dengan situasi pandemi ini. Namun, ikhtiar tetap harus kita lakukan dengan tetap menjaga diri, meski kasus Covid-19 di Jakarta sudah semakin turun. Yang belum vaksin, yuk vaksin," kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/9/21).

"Ajak semua teman, kerabat, dan saudara-saudara untuk ikut vaksinasi. Dan meski sudah divaksin, tetap patuhi protokol kesehatan, tetap waspada dan jangan lengah. Kita pasti bisa melewati masa pandemi ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Anies.

Baca juga: PPKM Level 3, Satpol PP Jaksel Tindak 3.194 Pelanggar

Baca juga: BUNTUT Langgar PPKM Level 3, Kasus Kafe Holywings Kemang Sudah Naik ke Penyidikan

Baca juga: Setelah Izin Dibekukan, Manajemen Kafe Holywings Terancam Dijerat Hukum Akibat Langgar PPKM Level 3

Tercantum dalam Keputusan Gubernur tersebut bahwa selama masa PPKM Level 3, setiap orang yang melakukan aktivitas pada tiap-tiap sektor atau tempat harus sudah divaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama, tetapi vaksinasi yang utama adalah dosis lengkap (hingga 2 dosis).

Namun, bagi penduduk yang masih dalam masa tenggang 3 (tiga) bulan pasca terkonfirmasi Covid-19 dengan bukti hasil laboratorium, penduduk yang kontraindikasi dilakukan vaksinasi Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan medis dengan bukti surat keterangan dokter, dan anak-anak usia kurang dari 12 (dua belas) tahun.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved