Breaking News:

Pendidikan

Literasi Digital yang Dikelola Baik Bisa Datangkan Nilai Ekonomis, Gol A Gong: Ini Peluang!

Era digital menjadikan segala sesuatu lebih mudah didapatkan hanya melalui sentuhan, termasuk soal informasi.

Dokumentasi Pribadi
Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, mengatakan bahwa kemampuan literasi digital sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di jaman era kemajuan teknologi seperti sekarang ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Era digital menjadikan segala sesuatu lebih mudah didapatkan hanya melalui sentuhan, termasuk soal informasi. 

Saat pandemi Covid-19 ini, intensitas penggunaan teknologi terus meningkat. 

Perlu edukasi tambahan terkait literasi digital agar dapat mengimbangi perkembangan teknologi digital.

Baca juga: Denny JA Pimpin Organisasi Kepenulisan Satupena, Komitmen Bangkitkan Semangat Literasi

Baca juga: Perpusnas Gelar Sayembara Kajian Literasi Terapan Berbasis Konten Lokal 2021

Menurut Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, kemampuan literasi digital sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada nilai ekonomi dan market yang besar karena penduduk Indonesia sudah mencapai 270 juta jiwa, sementara jumlah handphone yang beredar menembus 370 juta. 

Data Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan, lebih dari separuh penduduk Indonesia sudah terkoneksi internet.

Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, mengatakan bahwa kemampuan literasi digital sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di jaman era kemajuan teknologi seperti sekarang ini.
Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, mengatakan bahwa kemampuan literasi digital sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di jaman era kemajuan teknologi seperti sekarang ini. (Dokumentasi Pribadi)

"Ini peluang, jika mampu dikelola baik mendatangkan nilai ekonomis dan menggerakkan ekonomi," kata Gol A Gong saat bicaar di Webinar Digital Literacy and Hoax Busting, Sabtu (21/8/2021).

Keberadaan Perpustakaan Nasional dengan program unggulan, seperti inklusi sosial kesejahteraan, adalah jawaban untuk memaksimalkan potensi masyarakat.

"Siapapun dari kita akan berdaya dengan buku asal mampu memahami makna yang terkandung dalam setiap bahan bacaan," kata sastrawan dan penulis itu.

Baca juga: Kolaborasi BAKTI Kominfo dan idEA Bikin Literasi Digital Hibrid dan Bantuan Akses Permodalan UMKM

Baca juga: Mimpi Besar Johnny G Plate Ingin 50 Juta Rakyat Indonesia Memiliki Literasi Digital Tahun 2024

Dedi Junaedi, Pustakawan Utama Perpusnas RI, mengatakan, literasi informasi menjadi fondasi kemampuan literasi digital.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved