Senin, 13 April 2026

Universitas Indonesia

UI dan Muhammadiyah Teken MoU, Dorong Program Double Degree hingga Fast Track S1-S2

Universitas Indonesia dan Muhammadiyah teken MoU, dorong program double degree hingga fast track untuk tingkatkan kualitas SDM.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/M. Rifqi Ibnumasy
KOLABORASI - Rektor UI, Heri Hermansyah dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menandatangani MoU kerja sama pendidikan, di Kampous UI, Depok pada Senin (13/4/2026). Tiga program utama disepakati, yakni double degree, fast track S1–S2, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Indonesia dan PP Muhammadiyah menjalin kerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
  • Tiga program utama disepakati, yakni double degree, fast track S1-S2, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. 
  • Kolaborasi ini diharapkan memperkuat SDM Indonesia menuju visi 2045, sekaligus mendorong sinergi antarperguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah dan UI.

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Universitas Indonesia (UI) resmi menjalin kerjasama dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Penandatangan kerja sama dilakukan langsung oleh Rektor UI, Heri Hermansyah dan Ketua Umum PP Muhammadiyah di Balai Sidang UI Kampus Depok pada Senin (13/4/2026).

Rektor UI, Heri Hermansyah menjelaskan, Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan dan meratakan kualitas pendidikan di seluruh lini di Indonesia.

UI berkomitmen untuk maju bersama lembaga pendidikan lain, menularkan kelebihan yang dimiliki UI, sekaligus belajar dari hal-hal baik yang ada di Muhammadiyah.

“Sinergi ini diharapkan memberikan dampak luas bagi peningkatan kapasitas baik bagi UI maupun universitas-universitas di lingkungan Muhammadiyah,” kata Heri.

Baca juga: Universitas Indonesia Terapkan Skema Kerja Fleksibel WFO dan WFH

3 Poin Kerja Sama 

Dalam penandatangan Memorandum of Understanding (MoU), setidaknya ada 3 poin utama program dan strategi spesifik kerja sama.

Pertama, Program Double Degree. UI berencana mengimplementasikan model gelar ganda dengan universitas lokal.

Nantinya, mahasiswa dapat menempuh 2 tahun di universitas Muhammadiyah dan 2 tahun di UI untuk mendapatkan ijazah dari kedua institusi.

“Nah, kemudian pembelajaran di Universitas Muhammadiyah dan pembelajaran di UI saling mengakui, dan kemudian dapat ijazah dari Muhammadiyah, dapat ijazah dari Universitas Indonesia,” jelasnya.

Kedua, Program Fast Track (3+1+1). Skema ini memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan S1 di Muhammadiyah dan S2 di UI dalam waktu lebih singkat, yaitu 5 tahun, bukan 6 tahun seperti jalur reguler.

Ketiga, Pertukaran Sumber Daya. Kerja sama akan mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi di bidang riset dan inovasi.

“Dengan menandatangani nota MoU langsung dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah, kerja sama ini otomatis mencakup ratusan perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah tanpa perlu menandatangani MoU satu per satu,” jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan, Indonesia menargetkan menjadi negara yang maju dan mandiri pada satu abad kemerdekaannya di tahun 2045.

Untuk mencapai misi tersebut, fokus utamanya adalah memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) agar memiliki daya saing tinggi dan kemandirian.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved